10 Tanda Kehancuran Bangsa


Konsep bangsa memiliki dua pengertian ( Badri Yatim,1999),yaitu bangsa dalam pengertian sosiologis antropologis dan bangsa dalam pengertian politis.

a. Bangsa dalam Arti Sosiologis Antropologis
Bangsa dalam pengertian sosiologis antropologis adalah persekutuan hidup masyarakat yang berdiri sendiri yang masing-masing anggota persekutuan hidup tersebut merasa satu kesatuan ras, bahasa, agama, dan adat istiadat. Ikatan demikian disebut ikatan primorbial. Persekutuan hidup masyarakat semacam ini dalam suatu Negara dapat merupakan persekutuan hidup yang mayoritas dan dapat pula persekutuan hidup minoritas. Contoh : amerika serikat terdiri dari bangsa Negro, bangsa Indian, bangsa Cina, bangsa Yahudi, dan lain-lain.

b. Bangsa dalam Arti Politis.

Bangsa dalam pengertian politik adalah suatu masyarakat dalam suatu daerah yang sama dan mereka tunduk pada kedaulatan negaranya sebagai suatu kekuasaan tertinggi keluar dan kedalam. Jadi mereka diikat oleh kekuasaan politik yaitu Negara. Misalnya bangsa Moro, bangsa Yahudi, bangsa Kurdi, dan bangsa Tamil. Bangsa bisa hancur disebabkan beberapa hal diantaranya adalah,

1. Meningkatnya Kekerasan di Kalangan Remaja.
Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

2. Penggunaan Bahasa dan Kata-Kata yang Buruk.
Penggunaan bahasa atau kata-kata yang buruk akan membuat orang tersinggung dan menyebabkan perselisihan dan perpecahan. Kalau perpecahan sudah ada maka persatuan dan kesatuan akan hilang.

3. Pengaruh Kesetian Kelompok Remaja yang Kuat Dalam Tindak Kekerasan.
Kesetian kelompok remaja terhadap tindak kekerasan akan merugikan diri sendiri, kelompok dan orang lain. Kesetian terhadap kekerasan ini menyebabkan terkikisnya rasa kebersamaan dalam bernegara dan berbangsa.

4. Meningkatnya Perilaku Merusak Diri Seperti Narkoba, Minuman Keras (Alkohol), dan Seks Bebas di Kalangan Generasi Muda.
 Apabila narkoba sudah merusak generasi muda maka tidak ada lagi generasi penerus bangsa. Karena generasi muda adalah generasi penerus bangsa, masa depan bangsa ada di pundak mereka. Bangsa ini bisa maju atau malah sebaliknya, tergantung bagaimana masa depan para generasi muda. Oleh sebab itu, generasi muda hendaklah melakukan hal-hal terbaik yang bisa mendukung kesuksesan bagi diri mereka dan juga bagi bangsa.

5. Semakin Kaburnya Pedoman Moral Mengenai yang Baik dan Buruk.
Kalau pedoman moral sudah kabur atau tidak jelas lagi mana yang baik dan buruk maka akan berakibat fatal akibatnya terhadap keselamatan bangsa.

6. Menurunnya Etos Kerja.
Etos kerja berarti semangat kerja bekerja secara profesional. Setiap individu Muslim hendaknya memiliki semangat kerja yang tinggi, apalagi mereka yang masih dalam usia produktif. Kalau sudah menurun etos kerja di suatu negeri itu, maka kemiskinan akan bertambah. Kalau kemiskinan sudah banyak di suatu negeri, maka menunjukkan negara itu lemah ekonominya.

7. Semakin Rendahnya Rasa Tanggung Jawab Sebagai Individu dan Bagian Dari Sebuah Bangsa.
Kalau rasa tanggung jawab sebagai individu bagian dari bangsa rendah otomatis rasa nasionalisnya kurang. Kalau rasa nasionalisnya hilang tentu melemahkan negara dan menghancurkan bangsa itu sendiri.

8. Semakin Rendahnya Rasa Hormat Kepada Guru dan Orang Tua.
Kalau rasa hormat terhadap orangtua dan guru sudah rendah maka otomatis rasa hormat terhadap orang lain pun hilang, dan menimbulkan kehidupan yang sifatnya individual. Karena kedua orang tua mempunyai kedudukan yang istimewa dalam ajaran Islam. Allah dan Rasul-Nya menempatkan orang tua pada posisi yang sangat istimewa, sehingga berbuat baik pada keduanya juga menempati posisi yang sangat mulia, dan sebaliknya durhaka kepada keduanya menempati posisi yang sangat hina. Karena mengingat jasa ibu bapak yang sangat besar sekali dalam proses reproduksi dan regenerasi umat manusia.
Guru adalah orang tua kedua, yaitu orang yang mendidik murid-muridnya untuk menjadi lebih baik sebagaimana yang diridhoi Alloh ‘azza wa jalla. Sebagaimana wajib hukumnya mematuhi kedua orang tua, maka wajib pula mematuhi perintah para guru selama perintah tersebut tidak bertentangan dengan syari’at agama.

9. Membudayakan Ketidak Jujuran.
Membudayakan tidak jujur dapat menyebabkan suatu negara lemah, sebab dengan ketidak jujuran akan menimbulkan mental-mental pengecut dan tidak bertanggung jawab. Misalnya ketidak jujuran disaat pelaksanaan ujian sampai korupsi di pemerintahan.

10. Meningkatkan Eskalasi Rasa Curiga dan Kebencian Antar Sesama.
Dengan meningkatnya rasa curiga dan kebencian antar sesama akan melemahkan persatuan dan kesatuan. Kalau persatuan dan kesatuan sudah lemah maka alamat negara akan hancur. 
Share on Google Plus

About Bacaan madani

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Post a Comment