Perbedaan Darah Haid, Darah Nifas dan Darah Istikhadha.


Laki-laki mengeluarkan air m@ni, air madzi dan air wadi dari Qubul, dan hanya air m@ni yang mewajibkan mandi. Begitu juga dengan wanita mengeluarkan darah haid, darah nifas dan darah istikhadha, dan yang mewajibkan mandi adalah darah haid dan darah nifas. sedangkan darah istikhadah cukup hanya dicuci dan dibersih dengan air. inilah perbedaan darah haid, darah nifas dan darah istikhadha.

1. Darah Haid
Haid menurut bahasa berarti mengalir, sedangkan menurut istilah syara' adalah darah yang mengalir dari dalam rahim yang dangkal dan berlangsung/keluar pada waktu-waktu tertentu, dimana ia memberikan pengaruh bagi rahim wanita manakala telah baligh. Dan darah itu bukanlah darah yang keluar dari leher rahim yang menyambung pada vagina atau pembuluh darah, yang biasa disebut juga dengan istilah darah istikhadha.

Haid yang dialami oleh setiap wanita baligh adalah merupakan qadrat Allah swt. yang sangat alamiyah, sehat dan normal. Biasanya darah tersebut keluar secara teratur pada tiap bulannya, dan ini menunjukkan sebuah indikasdi akan kesehatan dan kesetabilan hormon-hormon yang ada pada tubuh wanita tersebut. Terkadang kedatangannya diiringi dengan tanda-tanda yang sangat khas sekali, dimana dikalangan kaum hawa pada umumnya telah mafhum mengenai kekhasan yang menyertainya.
Menurut para ulama wanita mengeluarkan darah haid sekurang-kurangnya berusia 9 tahun dengan warna merah merah hitam dan aroma anyir. menurut beberapa peneliti dan pakar kedokteran jika terjadi haid pada usia di bawah sembilan tahun, maka kebanyakan adalah darah kotor, yakni yang diakibatkan oleh adanya tumor yang tumbuh di sel-sel telur rahim. kalaupun terjadi haid prematur (haid pada usia dini/dibawah sembilan tahun), maka hal itu tidaklah berbahaya, akan tetapi untuk memastikan apakah itu darah haid yang sehat, maka sebaiknya diperikaskan ke dokter spesialis penyakit wanita.
Adapun masa berlangsungnya haid sekurang-kurangnya 1 hari 1 malam paling lama 15 hari dan normalnya 6 sampai 7 hari. Apabila lebih 15 hari maka darah yang keluar digolongkan darah istikhadha.

2. Darah Nifas
Nifas berasal dari kata An-Nafs yang berarti darah, adapun menurut istilah nifas ialah darah yang keluar dari rahim wanita setelah melahirkan.
Sebenarnya terdapat persamaan antara darah nifas dan darah haid, baik dilihat dari segi warna, bau/karakter darahnya. Darah nifas berwarna jernih kemudian berubah dari merah menjadi kotor, lalu berangsur angsur menyusut dan akhirnya kering. Dan hal ini terjadi maksimal dalam kurun waktu empat puluh hari lamanya.
Oleh sebab itu pula terdapat persamaan hukum syar'i yang berkaitan dengan darah nifas dan darah haid, misalnya dalam hal tidak diperkenankan wanita haid berpuasa ataupun shalat maka bagi wanita nifas hal itu juga diharamkan.
Dalam kitab Minhaajuth Thalibin Imam An-Nawawi berkata :
"Apa yang diharamkan bagi wanita nifas, maka diharamkan pula bagi wanita haid"
Dalam sebuah hadits dari Ummu Salamah, ia berkata :
"Pada masa Rasulullah, para wanita yang sedang menjalankan masa nifas menahan diri selama empat puluh hari atau empat puluhy malam"
Karena itulah para ulama telah bersepakat bahwa wanita-wanita yang sedang menjalani nifas dilarang mengerjakan shalat, berpuasa dan juga berjima' selama em'pat puluh hari, sebagai batas maksimal daripada nifas. Adapun jika wanita tersebut telah suci sebelum masa tersebut, maka hendaklah ia mandi dan mengerjakan shalat seperti semula.

3. Darah Istikhadha
Istikhadha berarti darah kotor yang keluar dari farji wanita bukan pada waktunya dan darah tersebut keluar dari urat, bukan keluar dari rongga rahim/bagian dalam rahim.
Para ulama mengatakan bahwa wanita istikhada adalah mereka yang mengeluarkan darah, tetapi darah tersebut memiliki sifat yang berbeda dengan darah haid ataupun nifas. dikatakan juga bahwasanya darh istikhadha adalah darah yang keluar melebihi batas maksimal haid (15 hari) atau batas maksimal dari nifas (40 hari).
Sementara sifat darah istikhadha adalah berbeda dengan sifat dari haid maupun nifas yaiut berwarna merah kehitam-hitaman , merah tua, kental dan beraroma anyir (yang diakibatkan oleh pecahnya sel-sel telur yang mati yang bercampurdengan bakteri-bakteri dalam rahim).
Adapun sifat darah istikhadha adalah berwarna jernih merah muda dan mengalir lebih cepat dibandingkan dengan darah haid, karena darah tersebut mengalir dari urat pembuluh darah, bukan mengalir dari rongga rahim.
Share on Google Plus

About Bacaan madani

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Post a Comment