Friday, December 4, 2015

Sikap yang Harus Dihindari Agar Tidak Terjadi Perselisihan


Dalam kehidupan bermasyarakat sering kita temui perselisihan, mulai dari kelompok kecil maupun besar atau perselisihan masalah kecil maupun masalah besar. Bahkan tak jarang kita lihat akibat dari perselisihan, silaturrahim rusak bahkan sampi saling menyakiti atau saling membunuh. Dengan perselisihan bukan hanya merugikan orang yang berselisih tetapi orang yang tidak terlibatpun ikut dirugikan juga. Tentunya dalam hal ini sebagai orang Islam harus menjauhi sifat-sifat yang mengarah kepada perselisihan. Menjauhi sifat-sifat yang mengundang perselisihan akan menjauhkan kita dari perpecahan. Yang pada akhirnya persaudaraan kita tetap terjaga dari perpecahan.

Ada beberapa sikap yang harus dihindari agar tidak terjadi perselisihan, diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Mudah tersinggung.
Orang yang mudah tersinggung adalah orang yang menilai dirinya lebih dari kenyataan, merasa pintar, berjasa, baik, tampan, dan merasa kaya. Orang yang memiliki sipat seperti ini akan susah menerima orang lain maupun pendapatnya. Sehingga menimbulkan perselisihan.
  
2. Memiliki wawasan sempit.
Orang yang memiliki wawasan sempit berarti sempitnya sudut pandang dan pengamatan, terbatasnya pandangan atau lemahnya penglihatan. Sehingga dapat menimbulkan perselisihan.
Allah swt berfirman,

"Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar?Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada." (QS al-Hajj: 46)

3. Menutupi diri atau sulit menerima pendapat orang lain.
Orang yang memiliki sikap ini adalah sikap orang tidak mau menerima saran, nasihat dari orang lain; tidak mau berhubungan dengan orang lain, dan bisa menimbulkan terjadinya perselisihan.

4. Tidak bisa beradaptasi.
Orang yang tidak bisa beradaptasi adalah orang yang tidak bisa membaur dengan orang lain dilingkungan atau menjalin kerja sama dengan orang lain.

5. Tidak mau menerima kenyataan.
Manusia adalah makhluk yang segala keterbatasan, termasuk keterbatasan ilmu, harta, maupun fisik. Tentunya dengan keterbatasan ini seharusnya kita harus lebih bisa menerima kenyataan. Bukan harus kita jadikan sebagai awal dari perselisihan.

6. Tidak siap menerima perkembangan zaman.
Perkembangan zaman selalu dikaitkan dengan modernisasi. Orang yang tidak siap menerima perkembangan zaman adalah orang yang masih mempertahankan tradisi-tradisi lama, walaupun perkembangan zaman itu yang lebih modern dan mempermudah cara kerja.

7. Kurang informasi.
Orang yang kurang informasi bisa juga menyebabkan terjadinya perselisihan. Sebab yang namanya informasi itu selalu berubah.

8. Suka memaksakan kehendak.
Suka memaksakan kehendak adalah sifat yang ingin setiap orang harus setuju dengan keinginan pribadi atau golongannya. Cara memaksa dengan mengintimidasi dilakukan. Tidak peduli orang lain suka atau tidak.

9. Merasa paling benar.
Orang yang mempunyai sifat ini cenderung defensif ketika orang lain memberi masukan atau berseberangan dengan pendapatnya. Orang yang memiliki sifat ini juga selalu menyalahkan pendapat orang lain.

10. Memiliki sifat egois.
Orang yang memiliki sifat ini adalah orang yang selalu memaksakan kehendak sendiri dan susah menerima pendapat orang lain.

11. Fanatik yang berlebihan.
Fanatik yang berlebihan adalah suatu istilah yang digunakan untuk menyebut suatu keyakinan atau suatu pandangan tentang sesuatu secara berlebihan. Apakah itu merupakan pandangan yang baik ataupun yang buruk.

No comments:

Post a Comment