Mengapa Disebut Surah Al Ikhlash Sama Dengan Sepertiga dari Al Qur’an?


Surah Al Ikhlash adalah termasuk salah satu surah yang pendek dalam Al-Qur'an terdiri dari empat ayat. Surah Al-Ikhlash termasuk surah yang paling populer di semua kalangan atau usia, apa lagi anak-anak. Sebab Surah ini termasuk yang paling mudah dihafal dan mengingatnya. Namun walaupun demikian, surah Al-Ikhlas bukan berarti makna yang terkandung di dalamnya sependek surahnya. Banyak makna yang terkandung di dalamnya. Salah satunya, apabila kita membaca surah ini 1 kali sebanding dengan sepertiga Al-Qur'an. Nah apabila kita membacanya tiga kali sama seperti mengkhatamkan Al-Qur'an Sebagai mana sabda Rasulullah Saw,

Dari Abu Hurairah RA, mengatakan bahwa, Rasulullah SAW bersabda,

“Qul huwa allahu ahad (Surah Al Ikhlas) sama dengan sepertiga Al Qur’an.” (HR. Muslim)

Para ulama menjelaskan pengertian “persamaan” ini ada arahnya.
Penjelasan yang terbaik adalah yang menyebutkan bahwa persamaan surah Al Ikhlas sebagai sepertiga Al Qur’an adalah karena surah ini mengandung makna-makna yang agung, yaitu makna-makna tauhid dan pokok-pokok keimanan. Tema-tema pokok yang terkandung dalam Al Qur’an adalah:

1. Hukum-Hukum syariat yang lahir maupun batin, ibadah maupun mu’amalah.

2. Kisah-kisah dan berita-berita tentang makhluk-makhluk yang terdahulu dan yang akan datang, keadaan orang-orang mukallaf (yang menerima kewajiban) berkaitan dengan balasan perbuatan mereka.

3. Tauhid(kesaan allah) dan berbagai pengetahuan, yang berkenaan dengan nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya dari setiap cacat, dan kebebasan-Nya dari penyerupaan makhluk-makhluk-Nya.

Surah Al-Ikhlas (Qul huwa Allaahu ahad) juga mencakup perkara-perkara tersebut dan meliputi setiap perkara yang wajib di yakini dari pokok ini, yang merupakan pangkal (pondasi) seluruh pokok-pokok tersebut.

Oleh karena itu Allah memerintahkan kita untuk mengucapkannya melalui lidah kita, mengetahui dan mengakuinya dengan hati kita, tunduk kepada Allah dengan meyakininya, dan beribadah kepada Allah dengannya, maka Allah berfirman “Katakanlah, dialah Allah yang maha Esa.” (Qs. Al Ikhlash : 1) 

Allah adalah yang di tuhankan dan berkata memiliki makna-makna ketuhanan secara menyeluruh, yang mewajibkan dia menjadi satu-satunya yang berhak di sembah, satu-satunya yang di puji, satu-satunya yang di syukuri, di agungkan, dan di sucikan, dan yang maha memiliki keagungan dan kemuliaan.

Kata Al Ahad (Maha Esa) berarti: yang menyendiri (independen) dengan setiap kesempurnaan, kebaikan, dan kemulian, keindaahan dan pujian, kebijakan dan kasih sayang, hikmah dan rahmat, dan sifat-sifat kesempurnaan yang lain.

Tidak ada sesuatu pun yang menyerupai Allah dan tidak ada pula yang menandingin-Nya. Tidak ada satu aspek pun dari makhluk-makhluk-Nya yang sama dengan-Nya. Dia adalah Allah yang independen (Maha Esa) dalam hidup dan bangun-Nya, ilmu kesatuan-Nya, keagungan, dan kemulian-Nya, keindahan dan pujian-Nya, Hikmah dan rahmat-Nya dan sifat-sifat lain yang di sifati dengan kesempuranaan yang total, dari setiap sifat diantara sifat-sifat tersebut.

Diantara independesi dan kemandirian (keesaan) Allah dengan sifat-sifat tersebut adalah: dia adalah Ash-Shamad (tuhan tempat bergantung kepada-Nya segala sesuatu) atau Tuhan yang sempurana dan Tuhan yang maha agung, yang tidak ada satupun dari sifat sempurna kecuali dia memilikinya dan menyifatinya secara total dan sempurna. Hati manusia tidak dapat menampung limpahan kesempurnaan total dari sifat-sifat Allah. Kata-kata juga tidak dapat melukiskannya. Dialah Tuhan tempat bergantung kepada-Nya segala sesuatu, maksudnya adalah bahwa semua ketergantungan dan segala kebutuhan hanya kepada Allah.

Allah Swt berfirman, 

“Semua yang ada di langit di bumi selalu minta kepada-Nya. Setiap waktu dia dalam kesibukan.” (QS. Ar-Rahman : 29)

Dia adalah tuhan yang maha kaya pada dzat-nya, sedangkan semua makhluk membutuhkan-Nya untuk mengadakan, menganugerahkan, dan menyediakan segala sesuatu yang mereka butuhkan dari segala aspeknya. Tidak ada satu makhluk pun yang tidak membutuhkan-Nya (meskipun sebesar biji kacang), dalam setiap keadaan.

Ash-Shamad adalah tempat bergantungnya segala sesuatu kepada-Nya dalam segala urusan, karena kesempurnaan dan kemulian-Nya, keberadaan dan kebaikan-Nya. Oleh karena itu dia adalah Allah 

“Dia tidak beranak dan tiada pula di perankan.” (Qs Al ikhlash : 3)

Sedangkan semua makhluk, sebagian mereka di lahirkan dari sebagian yang lain. Sebagian mereka melahirkan bagian yang lain, sebagian mereka telah di lahirkan, sesungguhnya setiap makhluk telah di ciptakan dari materi (sesuatu yang ada). Sedangkan tuhan yang maha mulia dia maha suci dari segala penyerupaan dengan makhluk-Nya, termasuk dalam perkara ini, sebagaimana dia maha suci dari segala penyerupaan dalam setiap sifat kekurangan.

Oleh karena itu, kesucian Allah terwujud karenanya dan melengkapkan kesempurnaan-Nya sebagaimana firman-Nya 

“Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan dia.” (QS Al Ikhlash : 4) 

Yaitu: bahwa Allah tidak ada yang menandingi-Nya, tidak ada yang menyerupai-Nya dan tidak ada yang menyamain-Nya, baik pada nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, perbuatan-perbuatan-Nya, dan dalam segala hak-Nya yang merupakan kemahakuasaan bagi-Nya.

Hal Allah yang khusus ada dua, yaitu kemandirian-Nya dalam kesempurnaan dari segala Aspeknya dan hak-nya untuk disembah secara tulus oleh semua makhluk-Nya.

Jadi, benar surah dalam Al Qur’an yang mengandung kalimat yang agung ini sama dengan sepertiga Al Qur’an. Hal tersebut karena seluruh perkara yang terdapat di dalam Al Quran (Nama-nama Allah yang baik, sifat-sifat-Nya yang agung dan tinggi, perbuatan-perbuatan serta ketentuan-ketentuan mengenai sifat-sifat-Nya) merupakan penguraian dari nama-nama yang di sebutkan dalam surah Al Ikhlash ini. Bahkan setiap perkara dalam Al Qur’an (yang menyangkut ibadah lahir maupun batin, bentuk-bentuk-Nya, dan perincian-perinciannya) merupakan penjelasan kandungan surah ini.

Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan tentang surah Al-Ikhlas sama dengan sepertiga dari Al-Qur'an. Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang selalu memuliakan Al-Qur'an. Aamiin.
Share on Google Plus

About Bacaan madani

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Post a Comment