Adab dan Bacaan Ziarah Kubur


Islam menganjurkan umatnya untuk melakukan ziarah kubur. Ziarah kubur termasuk ibadah yang mulia di sisi Allah. Islam juga masih menghormati orang-orang yang sudah meninggal. Kebiasaan kita ziarah kubur menjelang Ramadhan atau sesudah pulang shalat Id. Walaupun sebenarnya bukan diwaktu itu saja yang disyariatkan dalam Islam. Ziarah kubur boleh kapan saja. Dahulu Rasulullah memang melarang para sahabatnya untuk berziarah kubur sebelum disyari’atkannya. Sebab waktu itu umat Islam banyak yang salah arti tentang ziarah kubur.

Rasulullah Saw bersabda :

“Sesungguhnya aku dahulu telah melarang kalian untuk berziarah kubur, maka sekarang berziarahlah! Karena dengannya, akan bisa mengingatkan kepada hari akhirat dan akan menambah kebaikan bagi kalian. Maka barangsiapa yang ingin berziarah maka lakukanlah, dan jangan kalian mengatakan ‘hujr’ (ucapan-ucapan batil).” (H.R. Muslim), dalam riwayat (HR. Ahmad): “dan janganlah kalian mengucapkan sesuatu yang menyebabkan kemurkaan Allah.”

Al Imam An Nawawi berkata: “Sebab (hikmah) dilarangnya ziarah kubur sebelum disyari’atkannya, yaitu karena para sahabat di masa itu masih dekat dengan masa jahiliyah, yang ketika berziarah diiringi dengan ucapan-ucapan batil. Setelah kokoh pondasi-pondasi Islam dan hukum-hukumnya serta telah tegak simbol-simbol Islam pada diri-diri mereka, barulah disyari’atkan ziarah kubur. (Al Majmu’: 5/310)

Adapun Tujuan Disyari’atkannya kembali Ziarah Kubur adalah untuk mengingatkan peziarah bahwa kehidupan didunia ini tidak kekal dan mengingatkan kepada hari akhir.

Sebagaimana Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya aku dahulu telah melarang kalian untuk berziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah karena akan bisa mengingatkan kalian kepada akhirat dan akan menambah kebaikan bagi kalian.” (HR. Muslim)

Hadits Abu Sa’id Al Khudri dan Anas bin Malik :
“Sekarang berziarahlah ke kuburan karena sesungguhnya di dalam ziarah itu terdapat pelajaran yang besar… . Dalam riwayat sahabat Anas bin Malik : … karena dapat melembutkan hati, melinangkan air mata dan dapat mengingatkan kepada hari akhir.” (H.R Ahmad).

Adab Ziarah Kubur
1. Dianjurkan Melepas Alas Kaki
Dianjurkan menurut madzhab Hanbali, melepas sandal ketika masuk ke areal pemakaman karena ini sesuai dengan perintah dalam hadits Busyair bin Al Khashahshah:

Ketika aku berjalan mengiringi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ternyata ada seseorang berjalan di kuburan dengan mengenakan kedua sandalnya. Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan “Hai pemakai dua sandal, tanggalkan kedua sandal kamu!” Orang itu pun menoleh. Ketika dia tahu bahwa itu ternyata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ia melepaskannya serta melemparkan keduanya. (HR. Abu Dawud, hasan)

Diperbolehkan tetap memakai sandal jika ada penghalang semacam duri, kerikil yang panas, atau semacam keduanya. Ketika itu, tidak mengapa berjalan dengan kedua sandal di antara kuburan untuk menghindari gangguan itu.

2. Ketika masuk, sunnah mengucapkan salam kepada mereka yang telah meninggal dunia.
Sabda Rasulullah Saw,

‘Aisyah bertanya: “Apa yang aku ucapkan untuk penduduk kubur? Rasulullah berkata: “Ucapkanlah:

“Assalamu’alaikum wahai penduduk kubur dari kalangan kaum mukminin dan muslimin. Semoga Allah memberikan rahmat kepada orang-orang yang mendahului kami ataupun yang akan datang kemudian. Dan kami Insya Allah akan menyusul kalian.” (HR. Muslim)

3. Tidak duduk di atas kuburan, serta tidak menginjaknya Berdasarkan sabda Rasulullah Saw :

"Janganlah kalian shalat (memohon) kepada kuburan, dan ja-nganlah kalian duduk di atasnya." (HR. Muslim)

4. Tidak boleh bernazar dengan niat tertentu yang berkaitan dengan takziah, karena nazar hanya ditujukan kepada Allah Swt.

5. Tidak boleh mencium atau menyapu tangan untuk meminta berkah, karena hal itu menjurus kearah kemusyrikan.

6. Tidak boleh memohon pertolongan dan bantuan kepada mayit, meskipun dia seorang nabi atau wali, sebab itu termasuk syirik besar. Allah berfirman,

"Dan janganlah kamu menyembah apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah, sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zhalim." (QS. Yunus: l06)

7. Hendaknya menyampaikan doa kepada Allah Swt dan memohonkan ampunan, rahmat dan keselamatan.

Membaca doa berikut ini

Sebelum berdoa baca terlebih dahulu istighfar, basmalah, hamdalah dan shalawat Nabi, barulah baca doa dibawah ini.





Atau dengan doa-doa yang bisa difahami tanpa harus pakai bahasa Arab. sekedar mengingatkan bahwa kita berdoa dikuburkan bukan memohon kepada orang yang sudah meninggal. akan tetapi kita memohon doa kepada Allah.
Baca Juga :Manusia yang Paling Berat Siksanya di Neraka Bukanlah Orang Kafir

Cara Rasulullah Mengenali Umatnya di Antara Manusia Pada Hari Kiamat
Share on Google Plus

About Bacaan madani

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

2 komentar :

  1. Ya, tapi biasanya tradisi di Indonesia, Ziarah kubru sering dilaksanakan pas awal ramadhan. (sering dipaksa sama ortu buat ziarah kubur)

    ReplyDelete
  2. Terima kasih atas informasinya,artikelnya sangat menarik sekali dan bermanfaat

    ReplyDelete