Kisah Kegelisahan Rasulullah Saw di Rumah Ummu Salamah


Ummu Salamah ra salah satu dari istri Rasulullah Saw pernah mengetahui kegelisahan Rasulullah Saw. kegelisahan itu tidak seperti kegelisahan manusia pada umumnya yang tidak punya uang, sakit, atau ada sesuatu yang belum diraihnya. Dan Ummu Salamah rh tidak mengetahui sebab-sebab kegelisahan Rasulullah Saw, sampai-sampai semalam suntuk Rasulullah saw tidak bisa tidur. Ummu Salamah baru memahami kegelisahan Rasulullah saw setelah masuk pagi hari.

Alkisah, dari Ummu Salamah istri Rasulullah Saw. dia bercerita demikian, belum pernah aku melihat Rasulullah Saw menerima sejumlah uang sebanyak ini yang disimpan di rumahnya.

Pada suatu malam datanglah sejumlah uang sedekah dihadapan Rasulullah Saw, sebanyak 800 dirham. Uang itu dikirim kerumahku, karena malam itu memang waktu giliranku. Setelah mengerjakan shalat Isya, aku siapkan tempat tidur. Aku melihat Rasulullah Saw, sedang mondar-mandir keluar masuk. Semalam itu beliau Saw tetap mondar-mandir dan tidak bisa tidur sedikit pun, sampai datang waktu Subuh.

Ketika selesai shalat Subuh, Rasulullah Saw, berkata kepadaku, “Berikan uang 800 dinar itu kepadaku”

Setelah uamg itu aku berikan kepada Rasulullah Saw, uang itu langsung dibagi-bagikan kepada fakir dan miskin. (uang 800 dinar sudah habis terbagi untuk kaum fakir dan miskin, dan kelihatannya Rasulullah Saw, sudah tenang di rumah Ummu Salamah rh).

Aku bertanya kepada Rasulullah Saw, 

“Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan hal-hal yang tidak biasa engkau lakukan?” (Maksudnya, semalam suntuk mondar-mandir tidak tidur).

Rasulullah Saw menjawab, 

“Semalam aku bingung karena datangnya uang itu, dan aku belum sempat membagi-bagikan kepada kaum fakir dan miskin.”

Sahabat bacaan madani, sungguh suatu kekhawatiran yang lahir karena Allah Swt. Uang sebanyak itu merupakan amanah dan beban yang harus dibagikan kepada orang yang membutuhkannya. Allah Swt. akan bertanya keluar masuk rezki yang diraih manusia, darimana hartanya diperoleh, untuk apa hartanya digunakan.

Jika untuk kebaikan memperoleh pahalayang besar dan keistimewaan-keistimewaan yang diperoleh seorang dermawan, dan jika untuk keburukan pun akan memperoleh balasan sesuai keburukannya. Ini yang disebut pertanggung jawaban, proses pengadilan akhirat, yang membutuhkan waktu panjang. Rasulullah Saw khawatir dengan harta sedekah dari orang lain sebesar 800 dinar menjadi cambuk bagi dirinya sebelum harta itu disedekahkan kepada yang membutuhkan.
Share on Google Plus

About Bacaan madani

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

1 komentar :

  1. kok tidak ada perawih nya dalam kisah diatas, harus nya ada perawih nya supaya kisah diatas bisa dinilai ke shahihan nya

    ReplyDelete