Sabtu, 20 Agustus 2016

Cara Yang Di Ajarkan Rasulullah Menghindari Perselingkuhan


Selingkuh adalah istilah yang umum digunakan terkait perbuatan atau aktivitas yang tidak jujur dan menyeleweng terhadap pasangannya,  tentunya bagi pasangan suami isteri. Istilah ini umumnya digunakan sebagai sesuatu yang melanggar kesepakatan atas kesetiaan hubungan seseorang.

Setiap pasangan suami-isteri tentunya menginginkan rumah tangganya berjalan dengan mulus tanpa suatu halangan. Namun seiring berjalannya waktu, pasti ada saja berbagai problematika yang menimpa rumah tangga dan seolah menguji kesetiaan suami-isteri. Salah satu masalah yang paling sering dialami adalah perselingkuhan.

Perselingkuhan bisa dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, dimana saja baik suami maupun isteri. Mereka menjalin hubungan dengan orang lain yang bukan pasangannya. Pada zaman modern ini perselingkuhan sangat terbuka bagi orang yang imannya lemah. Apalagi di zaman teknologi yang canggih ini. Perselingkuhan telah mewabah kemana-mana, Tidak di desa ataupun kota, perkampungan atau perkantoran, di media-media sosial, pejabat atau rakyat jelata, Selingkuh semakin digemari. Lemahnya iman, keinginan mendapat kenikmatan sesaat, enggan dengan konsekuensi pernikahan secara resmi, tidak puas dengan pasangan, kurang bisa menerima kekurangan suami atau isteri dan masih banyak serentetan alasan yang menyertainya. 

Sebenarnya telah banyak Firman Allah dalam Alquran maupun Hadits yang mengatur bagaimana menghindari perselingkuhan ini akan tetapi karena lebih deras godaannya ketimbang keimanan, maka jadilah sebuah santapan yang senantiasa tampak nikmat, bagai jus semangka di siang hari yang terik, seolah segar memancing keinginan yang susah ditolak.

Sesungguhnya kuncinya ada pada si wanita, ketika seorang wanita kuasa menolak maka selingkuh itu bisa dihindari sederas apapun ajakan dari seorang laki-laki, ketika wanita kukuh berkata ‘tidak’ maka tidak akan ada cerita selingkuh itu indah. 

Banyak hadits yang menggambarkan bagaimana seorang wanita terutama kecantikan, kemolekannya mengundang syahwat bagi laki-laki yang melihatnya. Karena itu solusinyapun telah ditunjukkan. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw,

“Sesungguhnya wanita datang dalam gambaran setan dan pergi dalam gambaran setan. Maka apabila salah seorang di antara kamu melihat seorang wanita lantas ia tertarik kepadanya, maka hendaklah ia mendatangi istrinya, karena yang demikian itu dapat menghalangkan hasrat yang ada dalam hatinya itu.” (HR. Muslim dalam Kitab an-Nikah hadits no 1403)

Dari hadits Rasulullah Saw tersebut sudah jelas sebagai solusi supaya tidak terjadi perselingkuhan. Di sini kita seharusnya faham bahwa agama Islam telah menunjukkan hal-hal yang membahayakan keselamatan keimanan kita sekaligus menunjukkan solusinya, sayang seribu sayang mata dan telinga manusia sering tertutup besarnya nafsu, jadilah selingkuh itu indah, padahal yang bersangkutan malah sengsara, azab dunia yaitu kalau ketahuan, belum lagi dari dosanya zina sampai melahirkan anak di luar nikah, anaknya tidak mempunyai status hukum yang jelas, dan masih banyak lagi azab yang lain. Azab dunia sudah sengsara, apalagi azab di akherat. sanggup menanggungnya?

Sahabat bacaan madani yang diRahmati Allah Swt. Marilah kembali kepada fitrah Al-Quran dan As-Sunnah. Jika yang telah resmi dalam pernikahan tetapi masih selingkuh, tinggalkan, bertaubat kembali mengimani Allah, menerima kekurangan suami atau isteri sebagai sarana ibadah bahwa inilah mungkin jalan menuju surga yang Allah ujikan kepada kita. Jikalau kita bersabar bisa melewati kepahitan demi kepahitan, bukankah ini akan membuat Allah tersenyum dan akan mengangkat derajat kita level demi level sesuai ujian yang kita terima? Percaya Innaallaha Ghaffurur Rohim. Dia Maha Pengampun jika kita mau taubat nashuha. Dia akan mengganti segala keburukan dengan kebaikan dan kesalahan yang lalu menjadi urusan Allah.

“Barangsiapa yang mendapat peringatan dari Tuhannya, dan dia menghentikan perbuatan buruknya, maka yang lalu biarlah berlalu, dan urusannya menjadi urusan Allah. Tapi barangsiapa yang kembali melakukan perbuatan buruknya, maka mereka itulah penghuni neraka, kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah 275)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.