Monday, February 6, 2017

Bahaya dan Dosa Mengingkari Janji

Janji menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah perkataan yang menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat. Pengertian lain menyebutkan, bahwa yang disebut dengan janji adalah pengakuan yang mengikat diri sendiri terhadap suatu ketentuan yang harus ditepati atau dipenuhi.

Dalam Islam, janji adalah sesuatu yang sangat di jaga, selama janji tersebut tidak bertujuan untuk berbuat dosa dan ingkar kepada Allah. Bahkan janji akan dimintai pertanggung jawabannya. Sebagaimana firman Allah Swt,
إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولًا

"Sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya” (QS. Al Isra’ 34).

Disamping janji diminta pertanggung jawabannya. Setiap muslim juga sangat di tekankan untuk menepati janji yang sudah mereka ikrarkan. Allah Swt berfirman dalam Al-Qur'an Surah An-Nahl :

وَأَوْفُوا بِعَهْدِ اللَّهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلَا تَنْقُضُوا الْأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمُ اللَّهَ عَلَيْكُمْ كَفِيلًا إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ (91) وَلَا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنْكَاثًا تَتَّخِذُونَ أَيْمَانَكُمْ دَخَلًا بَيْنَكُمْ أَنْ تَكُونَ أُمَّةٌ هِيَ أَرْبَى مِنْ أُمَّةٍ إِنَّمَا يَبْلُوكُمُ اللَّهُ بِهِ وَلَيُبَيِّنَنَّ لَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ (92)

Artinya “Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat. (91)
Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian)mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya mengujimu dengan hal itu. Dan sesungguhnya di hari Kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu." (92)

Memenuhi janji itu adalah tanda berimannya seseorang manakala mengingkari janji tanda munafiqnya seseorang.

Karena memenuhi janji itu wajib dan mengingkarinya adalah dosa besar dan pelakunya dianggap sebagai munafiq dan tidak bolih dipercayai.

Tabiat suka mengingkari janji adalah bukti seseorang itu tidak beriman sekalipun berketerampilan orang salih seperti berjanggut dan memakai jubah dan serban apatah lagi kalau yg mengingkari janji itu dengan keterampilan orang fasiq..

Nabi Saw bersabda:

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاثٌ : إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ , وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ , وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

Artinya: "Tanda orang munafik itu ada tiga: apabila berbicara ia dusta, apabila janji ia salahi, apabila diberi amanah ia khianat." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadith  pula Nabi Saw bersabda:

لا تمار أخاك ولا تمازحه ، ولا تعده موعدا فتخلفه

Artinya: "Janganlah engkau memutuskan perkataan Saudaramu (jangan mengajak berbantah-bantahan ) dan janganlah memperolok-olokannya, dan janganlah engkau berjanji kepadanya kemudian engkau tidak memenuhinya." (HR. Tirmidzi)

Nabi Saw bersabda:

أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ

Artinya: "Empat perkara bila ada pada seseorang maka dia adalah seorang munafiq tulen, dan barangsiapa yang terdapat pada dirinya satu sifat dari empat hal tersebut maka pada dirinya terdapat sifat nifaq hingga dia meninggalkannya. Yaitu, jika diberi amanat dia khianat, jika berbicara dusta, jika berjanji mengingkari dan jika berseteru curang."(HR. Imam Bukhari)

Bahaya dan Dosa Mengingkari Janji
Setiap orang bisa dipastikan pernah berhubungan dengan orang lain. Kemungkinan besar sudah pernah merasakan, betapa pahitnya dibohongi orang lain dengan ingkar janji. Memang ingkar janji itu penuh dengan madharat, banyak sisi negatif yang akan timbul akibat ingkar janji ini. Di antaranya :

Jika orang yang diingkari itu tidak rela, maka akan bereaksi dan timbul kemarahan. Jika marah tak terkendali, bisa menimbulkan pertengkaran, perkelahian, bahkan bisa menyebabkan pembunuhan. Pemimpin ingkar janji terhadap rakyatnya, maka bukan mustahil akan terjadi pemberontakan dan prahara di negerinya.

Jika periodenya habis, jangan harap bisa terpilih lagi sebagai pemiumpin.
Jika yang ingkar janji seorang suami atau Istri, sering menimbulkan keributan dalam rumah tangga, bahkan sampai terjadi perceraian. Jika yang ingkar janji suatu perusahaan terhadap karyawannya. sering menbimbulkan mogok kerja yang pada akhirnya menimbulkan kerugian perusahaan.

Allah SWT akan mengutuk keras dan melaknat serta menimpakan bencana terhadap orang yang ingkar janji, baik itu berjanji kepada Allah maupun berjanji terhadap saesama manusia.

Dari Ali bin Abi Thalib ra. berkata, Rasulullah Saw bersabda,

مَنْ أَخْفَرَ مُسْلِمًا ، فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ ، لاَ يُقْبَلُ مِنْهُ صَرْفٌ وَلا عَدْلٌ  ( رواه البخاري، رقم 1870 و مسلم، رقم  1370)

"Barangsiapa yang tidak menepati janji seorang muslim, maka dia mendapat laknat Allah, malaikat, dan seluruh manusia. Tidak diterima darinya taubat dan tebusan." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abdullah bin Umar ra. dari Rasulullah Saw bersabda,

إِنَّ الْغَادِرَ يَنْصِبُ اللَّهُ لَهُ لِوَاءً يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُقَالُ أَلَا هَذِهِ غَدْرَةُ فُلَانٍ (رواه البخاري، رقم 6178، و مسلم، رقم 1735)

"Sungguh, Allah akan tancapkan bendera bagi orang yang berkhianat di hari kiamat. Lalu dikatakan: ‘Ketahuilah ini adalah pengkhianatan di fulan." (HR. Bukhari dan Muslim)

Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan tentang bahaya dan dosa ingkar janji. Semoga kita selalu bisa menepati janji. Aamiin.

2 comments:

  1. bismillah...afwan, saya mau bertanya. saya pernah punya azzam, semacam janji pada diri sendiri. Tahun 2012 saya hijrah ke suatu tempat, sebelum hijrah saya menggumam bahwa suatu hari saya akan balik ke kampung untuk membangun (mengabdi). Tapi di tahun 2014, saat saya balik...antara saya ingat dan tidak dengan janji itu, saya malah mengambil job di Makassar yang lumayan jauh dari rumah. Nah, saya masih sering dibayang2ngi oleh janji tersebut. takut pada surah An-Nahl:92. tahun ini saya berniat resign dari tempat kerja saya. Ingin pulang memenuhi janji. tapi saya kemudian jadi bimbang, bukan karena persoalan gaji atau tempat kerja yang belum jelas di kampung. tapi lebih takut terjatuh pada kefuturan. pertama, saya belum punya kekuatan, kekuatan materi atau pun kekuatan jama'ah. kedua, saya bekerja ditempat yang tetap mengedepankan syiar dan agama Allah. Berjama'ah dalam kebaikan. mendidik siswa dan insya Allah sangat kondusif dalam penumbuhan karakter siswa. saat saya masukkan surat resign, beberapa rekan kerja tidak sepakat. memberi masukan bahwa mmg mungkin sdh di tempat inilah jalan yang Allah tunjukkan. sblm ketemu bgn SDM pun saya berdo'a," Ya Allah, jika Engkau meridhai saya di tempat ini, dan tempat ini jadi lahan jihad bagi hamba, tolong berikan hamba petunjuk." Dan ternyata saat surat itu saya masukkan, pihak SDM juga agak "berat" dan kurang bisa menerima alasan saya yang dianggap kurang syar'i tersebut. Sayapun sebenarnya berat meninggalkan tempat kerja saya. Saya hanya ingin tetap berada dalam barisan orang-orang sholeh. Tolong masukannya. Email.darnianny@gmail.com Syukron wa jazakallahu khairan.

    ReplyDelete