Doa Singkat yang Diajarkan Rasulullah Saw Kepada Abu Bakar Ketika Shalat

Doa Secara bahasa bermakna seruan, jadi berdoa itu artinya menyeru, menucap, memanggil. Sedangkan secara istilah “doa” adalah suatu permohonan atau permintaan dan ucapan kepada Allah Swt sebagai penguasa alam semesta.

Dalam ajaran Islam, berdoa termasuk salah satu ibadah dan pengabdian kepada Allah Swt. Karenanya siapa yang banyak berdoa akan memperoleh banyak pahala dari Allah Swt. Dan doa yang dijanjikan Allah Swt menerimanya ialah doa yang disertai amal usaha disamping khusu’ dan tawadhu’.

Abu Bakar Shiddiq termasuk di antara mereka yang paling awal memeluk Islam atau yang dikenal dengan ash-shabiqun al-awwalun. Setelah Nabi Muhammad Saw wafat, Abu Bakar menjadi khalifah Islam yang pertama pada tahun 632 hingga tahun 634 M. Lahir dengan nama Abdul ka'bah bin Abi Quhafah, ia adalah satu di antara empat khalifah yang diberi gelar Khulafaur Rasyidin atau khalifah yang diberi petunjuk.

Sewaktu hidupnya Rasulullah Saw Abu Bakar pernah minta di ajarkan oleh Rasulullah Saw doa yang bisa dibacakan saat shalat. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw.

عَلِّمْنِى دُعَاءً أَدْعُو بِهِ فِى صَلاَتِى . قَالَ « قُلِ  :اللَّهُمَّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى ظُلْمًا كَثِيرًا وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ ، فَاغْفِرْ لِى مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ ، وَارْحَمْنِى إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ 

Dari Abu Bakar Shiddiq, beliau berkata kepada Rasulullah Saw,

"Ajarkanlah aku suatu doa yang bisa aku panjatkan saat shalat!” Maka Beliau pun berkata, “Bacalah:

‘ALLAHUMMA INNII ZHOLAMTU NAFSII ZHULMAN KATSIIRAN WA LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLAA ANTA FAGHFIRLII MAGHFIRATAN MIN ‘INDIKA WARHAMNII INNAKA ANTAL GHOFUURUR RAHIIM 

"Ya Allah, sungguh aku telah menzhalimi diriku sendiri dengan kezhaliman yang banyak, sedangkan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Maka itu ampunilah aku dengan suatu pengampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang)." (HR. Bukhari no. 834 dan Muslim no. 2705)

Ini salah satu bukti kefaqihan Abu Bakar al-Shiddiq Ra, ia sangat paham bahwa shalat adalah sarana interaksi paling kuat antara hamba dengan Tuhan-nya. Shalat juga merupakan salah satu tempat mustajab dikabulkannya doa. Karenanya ia meminta kepada Nabi Saw agar diajarkan doa yang paling manfaat dan paling tepat untuk dimunajatkan pada waktu shalat. Lalu beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengajarkan kepadanya doa di atas yang bisa mengangkat pelakunya kepada derajat tertinggi di surga.

Imam Shan'ani berkata: "Hadits ini adalah dalil disyariatkannya doa di dalam shalat secara umum tanpa ditentukan tempatnya. Dan di antara tempatnya adalah sesudah tasyahud, shalawat atas Nabi Saw, dan Isti'adzah (berlindung dari empat perkara)."

Berdasarkan sabda Nabi Saw, "Lalu hendaknya ia memilih doa yang dikehendakinya."

Al-Hafidz Ibnul Hajar menyebutkan hadits di atas sesudah hadits yang berisi perlindungan dari empat perkara. Dari Abu Hurairah Ra, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda, "Apabila salah seorang kalian bertasyahhud hendaknya ia berlindung dari empat perkara."

Rasulullah Saw bersabda:

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ , وَمِنْ عَذَابِ اَلْقَبْرِ , وَمِنْ فِتْنَةِ اَلْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ , وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ اَلْمَسِيحِ اَلدَّجَّالِ

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari adzab Jahannam, dari adzab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Masih Dajjal." (Muttafaq 'alaih)

Dianjurkan untuk membaca do’a ini sebelum salam. Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin mengatakan bahwa do’a ini bisa jadi dibaca ketika sujud atau setelah tasyahud akhir (sebelum salam).

Demikianlah sahabat bacaan madani doa yang diajarkan Rasulullah Saw kepada Abu Bakar disaat shalat. Mudah-mudahan kita bisa mengamalkan doa tersebut disaat shalat. Aamiin.
Share on Google Plus

About Bacaan madani

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

1 komentar :

  1. Alhamdulillah.
    Tuntutlah ilmu sampai menjelang ajal.

    ReplyDelete