Orang yang Bercocok Tanam Merupakan Sedekah Baginya

Bercocok tanam adalah menggarap tanah atau sawah dan ladang untuk ditanami tumbuhan atau tanam-tanaman sampai menghasilkan (panen) untuk keperluan hidup manusia.

Islam termasuk agama yang menganjurkan untuk memakmurkan bumi dan memanfaatkan lahan supaya produktif dengan cara ditanami. Bahkan Islam menganjurkan kepada umatnya untuk bercocok tanam sampai sebelum terjadi kiamat.

Rasulullah Saw bersabda:

“Sekiranya hari kiamat hendak terjadi, sedangkan di tangan salah seorang diantara kalian ada bibit kurma maka apabila dia mampu menanam sebelum terjadi kiamat maka hendaklah dia menanamnya.” (HR. Imam Bukhari dan Imam)

Syaikh Al-Albani menjelaskan bahwa hadits ini menyiratkan pesan yang cukup dalam agar seseorang untuk memanfaatkan masa hidupnya untuk menanam sesuatu yang dapat dinikmati oleh orang-orang sesudahnya, hingga pahalanya mengalir sampai hari kiamat tiba.
Firman Allah:

وَهُوَ الَّذِيَ أَنزَلَ مِنَ السَّمَاء مَاء فَأَخْرَجْنَا بِهِ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُّخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُّتَرَاكِبًا

"Dialah zat yang menurunkan air dari langit, maka dengan air itu kami keluarkan tumbuh-tumbuhan dari tiap-tiap sesuatu, maka kami keluarkan daripadanya pohon yang hijau yang daripadanya kami keluarkan biji-bijian yang bersusun-susun." (QS. Al-An'am: 99)

Ayat di atas merupakan peringatan Allah kepada umat manusia tentang nikmatnya bercocok tanam serta mudahnya jalan-jalan untuk bercocok-tanam itu.

Selanjutnya Islam juga menegaskan bahwa bercocok tanam itu termasuk sedekah. Sebagaimana di jelaskan Rasulullah Saw melalui sabdanya.

Sabda Rasulullah Saw.:

"Tidak seorang muslim pun yang menanam tanaman atau menaburkan benih, kemudian dimakan oleh burung atau manusia, melainkan dia itu baginya merupakan sedekah." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan sabda Rasulullah Saw pula yang artinya sebagai berikut:

"Tidak seorang muslim pun yang menanam tanaman , kecuali apa yang dimakan merupakan sedekah baginya, dan apa yang dicuri juga merupakan sedekah baginya dan tidak juga dikurangi oleh seseorang melainkan dia itu merupakan sedekah baginya sampai hari kiamat." (HR. Muslim) 

Penegasan hadits tersebut, bahwa pahalanya akan terus berlangsung selama tanaman atau benih yang ditaburkan itu dimakan atau dimanfaatkan, sekalipun yang menanam dan yang menaburkannya itu telah meninggal dunia; dan sekalipun tanaman-tanaman itu telah pindah ke tangan orang lain.

Para ulama berpendapat: "Dalam keleluasaan kemurahan Allah, bahwa la memberi pahala sesudah seseorang itu meninggal dunia sebagaimana waktu dia masih hidup, yaitu berlaku pada enam golongan: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, anak saleh yang mau mendoakan orang tuanya, tanaman, biji yang ditaburkan dan binatang (kendaraan) yang disediakan untuk mempertahankan diri dari serangan musuh." 

Diriwayatkan, ada seorang laki-laki yang bertemu Abu Darda' ketika itu dia menanam pohon pala. Kemudian orang laki-laki itu bertanya kepada Abu Darda': Hai Abu Darda'! Mengapa engkau tanam pohon ini, padahal engkau sudah sangat tua, sedang pohon ini tidak akan berbuah kecuali sekian tahun lamanya." Maka Abu Darda' menjawab: "Bukankah aku yang akan memetik pahalanya di samping untuk makanan orang lain?"

Salah seorang sahabat Nabi ada yang mengatakan:

"Saya mendengar Rasulullah Saw. membisikkan pada telingaku ini, yaitu: Barangsiapa menanam sebuah pohon kemudian dengan tekun memeliharanya dan mengurusinya hingga berbuah, maka sesungguhnya baginya pada tiap-tiap sesuatu yang dimakan dari buahnya merupakan sedekah di sisi Allah." (HR. Ahmad)

Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan tentang pentingnya bercocok tanam untuk kelanjutan kehidupan manusia. selanjutnya bercocok tanam itu juga termasuk bagian dari sedekah. Marilah sama-sama kita galakkan bercocok tanam. Walaupun kita tidak bisa bercocok tanam disawah atau diladang, setidaknya kita bisa becocok tanam di pot atau polybag. Mudah-mudahan bercocok tanam kita termasuk sedekah. Aamiin.
Share on Google Plus

About Bacaan madani

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Post a Comment