Kisah Nabi Musa dan Bani Israil Mengundang Tuhan Makan Malam

Musa adalah seorang Rasul dan Nabi pilihan Allah Swt yang diutus menghadap kepada kaum Fir'aun, serta diutus membebaskan Bani Israel menghadapi penindasan bangsa Mesir. Musa dikenal sebagai perantara dalam hal pengajaran agama dan pengampunan dosa untuk Bani Israel. Nabi Musa juga diizinkan untuk berbicara secara langsung dengan Allah Swt. Musa bergelar Kalimullah (seseorang yang berbicara dengan Allah Swt).

Pada suatu hari, beberapa orang dari Bani Israil datang menemui Musa As dan berkata, "Wahai Musa, bukankah engkau boleh bicara dengan Tuhan? Tolong sampaikan pada Nya, kami ingin mengundang Nya makan malam."

Nabi Musa As marah besar. Ia berkata kepada orang Bani Israel bahwa Tuhan tidak perlu makan dan minum.

Ketika Nabi Musa As datang ke gunung Sinai untuk berbicara dengan Tuhan, Tuhan bersabda, "Mengapa engkau tidak menyampaikan kepada-Ku undangan makan malam dari hamba-Ku?"

Musa menjawab, "Tapi Tuhanku engkau tidak makan. Engkau pasti tidak akan menerima undangan bodoh seperti itu."

Tuhan berkata, "Simpan pengetahuan antara kamu dan Aku. Katakan pada mereka, Aku akan datang memenuhi undangan itu."

Turunlah Nabi Musa As dari gunung Sinai dan mengumumkan bahwa Tuhan akan datang untuk makan malam bersama Bani Israil. Tentu saja semua orang, termasuk Nabi Musa As, menyiapkan jamuan yang amat mewah. Ketika mereka sedang sibuk memasak hidangan-hidangan terlezat dan mempersiapkan segalanya, seorang kakek tua muncul tanpa diduga. Orang itu miskin dan kelaparan. Ia meminta sesuatu untuk dimakan. Para tukang masak yang sibuk memasak menolaknya,

"Tidak, tidak kami sedang menunggu Tuhan. Nanti ketika Tuhan datang, kita makan bersama-sama."

Mengapa kamu tidak ikut membantu. Lebih baik kamu ikut mengambilkan air dari sumur!.

Mereka tidak memberi apa-apa untuk kakek malang itu. Waktu berlalu, tetapi Tuhan ternyata tidak datang. Musa menjadi amat malu dan tidak tahu harus berkata apa kepada para pengikutnya.

Keesokkan harinya, Nabi Musa As pergi ke Gunung Sinai dan berkata,

"Tuhan, apa yang Kamu lakukan kepadaku? Aku berusaha meyakinkan setiap orang bahwa Kamu ada. Kamu katakan Kamu akan datang ke jamuan kami, tapi Kamu ternyata tidak muncul. Sekarang tidak ada yang akan mempercayaiku lagi!"

Tuhan menjawab, "Aku datang. Jika saja kamu memberi makan kepada hamba-Ku yang miskin, kamu telah memberi makan kepada-Ku."

Tuhan bersabda, "Aku, Yang tidak bisa dimasukkan ke seluruh semesta, namun dapat masuk ke dalam hati hamba-Ku yang beriman."

Ketika kita berkhidmat kepada hamba Tuhan, kita tekah berkhidmat kepada-Nya. Ketika kita mengabdi kepada makhluk, sesungguhnya kita juga mengabdi kepada Sang Khalik.

Pada riwayat lain, Nabi Musa As. suatu ketika pernah bertanya kepada Tuhan, "Gerangan di mana aku dapat mencari-Mu?"

Tuhan Yang Maha Pengasih menjawab, "carilah AKU di tengah mereka yang hancur hatinya."

Sahabat bacaan madani yang dirahmati Allah Swt.  Makna apa sebenarnya yang tersembunyi dari cerita itu? Dialog tersebut sebenarnya mengisyaratkan bahwa Tuhan selalu hadir di tengah-tengah orang susah, orang-orang tertindas, orang-orang papa yang jauh dari kesejahteraan materi; dan Tuhan menghibur serta menolongnya.
Share on Google Plus

About Bacaan madani

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Post a Comment