Isi Kandungan Al-Qur’an Surat Quraisy

Surah  Quraisy  terdiri  dari 4 (empat) ayat  dan termasuk golongan surah Makkiyyah . Ayat 1, menjelaskan bahwa nama Quraisy diambil dari kata ”  قُرَيْشٍ ”  yang terdapat pada ayat pertama  yang berarti Suku Quraisy. Suku Quraisy adalah suku yang mendapat kehormatan untuk memelihara Ka’bah. Pokok kandungan Qur'an Surat. Quraisy adalah:

لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ . إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ . فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ . الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ

1. Karena kebiasaan orang-orang Quraisy,
2. (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.
3. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah).
4. Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan. (QS. Quraisy :1-4)

Ayat 1, menjelaskan tentang kebiasaan suku Quraisy yang mempunyai mata pencaharian pokok berdagang.

Ayat 2, menjelaskan tentang  perjalanan dagang orang-orang Quraisy pada musim dingin pergi ke negeri Yaman dan pada musim panas ke negeri Syam dalam setiap tahunnya. Mereka bepergian dengan tujuan untuk berniaga yang keuntungannya digunakan untuk keperluan hidup  di Mekah dan untuk berkhidmat kepada Baitullah yang merupakan kebanggaan mereka.

Ayat 3, Allah mengingatkan suku Quraisy khususnya dan umat Islam umumnya agar selalu bersyukur atas rezeki yang diberikan Allah Swt. Mereka diperintahkan untuk beribadah kepada Tuhan (pemilik) Ka’bah. Terhadap rezeki yang diterima, mereka harus mensyukurinya dengan cara memanfaatkannya sesuai dengan perintah Allah Swt.

Ayat  4  Allah Swt. menunjukkan akan kenikmatan yang telah diberikan kepada mereka yaitu berupa makanan dan rasa aman. Tuhan pemilik Ka’bah itu telah memberikan kepada mereka makan untuk menghilangkan lapar. Mereka juga diberi keistimewaan dengan rasa aman dan tenteram. Maka dari itu hendaklah mereka mengesakan Allah Swt. dalam beribadah,  tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apapun  dan tidak menyembah selain Allah Swt.

Dengan demikian di sini Allah Swt memadukan rasa aman di dunia dan rasa aman di akhirat dengan melaksanakan perintah-Nya untuk mengesakan Allah Swt. dalam beribadah. Dan barang siapa yang mendurhakai perintah Allah Swt itu, maka Allah Swt akan mencabut rasa aman di akhirat  sebagaimana firman-Nya :

وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

Artinya : “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan ( dengan ) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi ( penduduk ) nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; Karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat. Dan Sesungguhnya telah datang kepada mereka seorang Rasul dari mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya; Karena itu mereka dimusnahkan azab dan mereka adalah orang-orang yang zalim."  (QS. An-Nahl :  112 – 113)

Dari penjelasan di atas dapatlah disimpulkan bahwa inti pokok yang terkandung pada Qur'an Surat. Quraisy adalah peringatan Allah Swt. kepada orang-orang Quraisy tentang nikmat-nikmat yang telah diberikan Allah Swt kepada mereka. Karena itu mereka diperintahkan untuk menyembah Allah Swt semata dan tidak menyekutukan dengan sesuatu pun.
Share on Google Plus

About Bacaan madani

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Post a Comment