Sikap Laki Laki Terhadap Wanita Menurut Al Qur’an dan Hadits

Agama Islam adalah merupakan agama yang  rahmatan lil alamin. Agama Islam diturunkan Allah Swt untuk menyempurnakan akhlak manusia dan mengatur tujuan hidup dalam Islam menjadi lebih harmonis dan damai. Bagitulah kehadiran agama Islam juga untuk memperbaiki derajat dan perlakuan orang terhadap wanita.

Allah Swt dalam Al-qur’an menjelaskan bahwa kedudukan kaum wanita dalam agama Islam sama dengan kaum laki-laki. Wanita diciptakan sebagai pasangan buat laki-laki bukan sebagai budak atau harta yang bisa di perjual belikan.

Banyak hal yang diperbaiki agama Islam terhadap akhlak  dan pandangan orang Jahiliyah terhadap kaum wanita. Pada zaman Jahiliyah kaum wanita dipandang rendah, budak nafsu, bahkan tidak berarti sama sekali. Dahulu kelakuan para kafir Quraisy terhadap wanita sangatlah keji. Wanita tidak diizinkan untuk hidup. Oleh karena itu setiap orang tua yang melahirkan anak perempuan akan mambunuh anaknya hidup-hidup.

Agama Islam menjadikan wanita makhluk yang istimewa dan diangkatkan derajadnya dari kaum laki-laki. Bahkan dalam Alquran sendiri ada surat An-Nisa yang artinya wanita.

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik budi pekertinya. Dan orang yang paling baik di antara kalian adalah orang yang paling baik terhadap istrinya.” (HR. Tirmidzi)

1. Bergaul dengan Cara yang Baik.
Allah Swt berfirman:

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

“Dan pergaulilah wanita itu dengan cara yang baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak..” (QS. An-Nisaa’: 19)

2. Berlaku Adil Terhadap yang Poligami.
Allah Swt berfirman:


وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ ۖ فَلَا تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ ۚ وَإِنْ تُصْلِحُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat Berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. dan jika kamu Mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nisaa’: 129)

3. Berpesan dan Menasehati dengan Baik.
Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah Saw. bersabda:

“Berpesan baiklah kamu terhadap wanita, sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk. Dan paling bengkok adalah bagian atas. Oleh karena itu, apabila kamu paksa untuk meluruskannya, maka akan hancurlah ia, dan apabila kamu membiarkannya, maka akan bengkoklah ia selama-lamanya. Oleh karena itu perpesan baiklah terhadap wanita.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari ‘Amr bin al-Ahwash al-Jusyamiy ra. ia mendengar Nabi Saw. pada haji Wada’ berkhutbah. Setelah beliau memanjatkan pujian, sanjungan kepada Allah Swt dan selesai memberi peringatan dan nasehat, beliau bersabda:

“Ingatlah, berpesan baiklah terhadap istri-istri kalian. Sesungguhnya mereka memerlukan perlindunganmu. Sedikitpun kamu tidak boleh berbuat kejam terhadap mereka, kecuali mereka telah nyata melakukan kejahatan. Jika mereka melakukan kejahatan, janganlah kamu menemani mereka di dalam tidur dan pukullah mereka dengan pukulan yang tidak melukai. Bila mereka telah taat, janganlah kalian berlaku keras terhadap mereka. Ingatlah, sesungguhnya kalian mempunyai hak atas istrimu, dan istrimu juga mempunyai hak pada diri kalian. Hak kamu atas mereka, yaitu tidak boleh memasukkan orang yang tidak kamu sukai ke dalam kamarmu dan tidak mengizinkan orang yang tidak kamu sukai masuk ke dalam rumahmu. Ingatlah, hak mereka atas kamu adalah kamu bergaul dengan cara yang baik, terutama dalam memberi pakaian dan makanan.” (HR. Tirmidzi)

Rasulullah Saw. bersabda: “Sesungguhnya perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk, tidak ada jalan bagimu untuk meluruskannya. Jika ingin bersenang-senang dengannya saja kamu akan merasa puas, tetapi ia masih tetap bengkok. Jika kamu paksa untuk diluruskan, berarti kamu menghancurkannya. Dan hancurnya berarti perceraian. Jadi, menghadapi wanita harus tetap bijaksana, agar tetap menjadi baik.” (HR. Muslim)

4. Jangan di Marahi.
Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah Saw. bersabda:

“Janganlah seorang laki-laki mukmin memarahi seorang perempuan mukmin. Apabila tidak suka terhadap salah satu perangainya, maka masih ada perangai lain yang menyenangkan.” (HR. Muslim)

5. Memberi Makan dan Pakaian Serta Tidak Boleh Menjelek-jelekkannya.
Dari Mu’awiyah bin Haidah ra. ia berkata: Saya bertanya kepada Rasulullah:

“Apakah hak istri terhadap suaminya?” Beliau menjawab: “Kamu harus memberinya makan apabila kamu makan, harus memberinya pakaian apabila kamu berpakaian, tidak boleh memukul mukanya dan tidak boleh menjelek-jelekkannya, serta tidak boleh mendiamkannya kecuali di dalam rumah.” (HR. Abu Daud)

Dari Abdullah bin ‘Amr al-Ash ra, ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Dunia adalah suatu kesenangan, dan sebaik-baik kesenangan di dunia adalah wanita yang shalih.” (HR. Muslim)

Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan tentang sikap laki-laki terhadap kaum wanita menurut Al-Qu’an dan Hadits. Mudah-mudahan wanita-wanita Islam selalu dalam lindungan Allah Swt dari kejahatan laki-laki yang tidak bertanggung jawab. Aamiin.
Share on Google Plus

About Bacaan madani

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Post a Comment