Wednesday, February 7, 2018

Kebijakan Pemerintahan Rasulullah Saw Pada Periode Madinah

Madinah adalah sebuah kota di Hejaz, sekaligus ibukota dari Provinsi Madinah di Arab Saudi. Dalam kota ini terdapat Masjid Nabawi (Masjid Nabi), tempat dimakamkannya Nabi Muhammad Saw, dan kota ini juga merupakan kota paling suci kedua kedalam agama Islam setelah Mekkah.


Madinah adalah tujuan Nabi Muhammad untuk melakukan Hijrah dari Mekkah, dan secara berangsur-angsur berubah menjadi ibukota Kekaisaran Muslim, dengan pemimpin pertama langusung oleh Nabi Muhammad, kemudian dilanjutkan oleh Khulafaur Rasyidin, Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali. Kota ini menjadi pusat kekuatan Islam dalam abad-abad komunitas Muslim mulai berkembang. 

Seiring dengan hijrah Nabi Muhammad Saw. ke Madinah, perkembangan Islam dan peradaban mengalami kemajuan. Kesuksesan Nabi Saw. dalam mengembangkan Islam dan peradaban di Madinah, meliputi :

1. Mempersaudarakan antara Muhajirin dengan Anshar.
Nabi Muhammad Saw. senantiasa menganjurkan persaudaraan antara kedua sahabat, dan melarang semangat kesukuan, sehingga bersatu menjadi kokoh dan kuat. Dengan mempersatukan kedua sahabat atas dasar suatu agama, berarti merupakan satu kekuatan yang kokoh.

2. Meletakkan dasar-dasar Politik dan Tatanan Sosial Masyarakat.
Nabi juga mempersatukan antara golongan Yahudi dari Bani Qoinuqo, Bani Nadhir dan Bani Quraidah. Terhadap golongan Yahudi, Nabi membentuk suatu perjanjian yang melindungi hak-hak azasi manusia, yang dikenal dengan piagam Madinah. Adapun di antara inti perjanjian Madinah adalah sbb :

a. Kaum Yahudi bersama kaum muslimin wajib turut serta dalam peperangan.
b. Kaum Yahudi dari Bani Auf diperlakukan sama seperti kaum muslimin.
c. Kaum Yahudi tetap dengan agama Yahudi mereka, dan demikian pula dengan kaum muslimin.
d. Semua Kaum Yahudi dari semua suku dan kabilah di Madinah diberlakukan sama dengan kaum Yahudi Bani Auf.
e. Kaum Yahudi dan muslimin harus saling tolong menolong dalam memerangi atau menghadapi musuh
f. Kaum Yahudi dan muslimin harus senantiasa saling berbuat kebajikan dan saling mengingatkan ketika terjadi penganiayaan atau kedhaliman.
g. Kota Madinah dipertahankan bersama dari serangan pihak luar.
h. Semua penduduk Madinah dijamin keselamatannya kecuali bagi yang berbuat jahat.

3. Di Madinah Rasulullah Saw. Mendirikan Masjid.
Tanah tempat penjemuran kurma milik Sahal dan Suhail bin Amr dua orang anak yatim yang semula bermaksud menghibahkan dibeli oleh Rasulullah Saw. untuk dibangun masjid. Tujuan membangun masjid adalah sebagai tempat ibadah, belajar, pertemuan, memecahkan masalah-masalah yang berhubungan dengan masyarakat dan membicarakan strategi dakwah. Masjid itu sekarang bernama masjid Nabawi. Tanah tersebut dibeli dengan harga yang pantas sebagai contoh bahwa harta anak yatim harus dipelihara oleh umat Islam bukan untuk dipermainkan setelah berada di Madinah, Nabi Saw ikut mengangkat batu-bangunan sendiri.

4. Menciptakan Kesejahteraan Umum.
Nabi Muhammad Saw. selalu menganjurkan kepada pengikutnya bekerja dengan tekun untuk meningkatkan taraf hidupnya yang lebih sejahtera. Di bidang sosial Nabi Muhammad Saw. mewajibkan orang kaya agar mengeluarkan zakat untuk diberikan kepada fakir miskin, agar kaum muslimin saling menolong dan membantu.

5. Mengembangkan Pendidikan dan Dakwah.
Dalam melaksanakan syiar Islam dibutuhkan orang-orang yang pandai membaca dan menulis. Oleh karena itu Nabi Muhammad Saw. sangat memperhatikan masalah pendidikan. Yang menjadi faktor pendorong berkembangnya pendidikan di zaman Rasulullah Saw. adalah :

a. Penyebaran agama Islam membutuhkan orang-orang yang pandai membaca dan menulis, karena ayat-ayat Al-Qur’an harus ditulis kemudian dibaca oleh kaum muslimin.

b. Islam menyebarkan berbagai ajaran seperti sejarah, hukum, politik, ekonomi dan sosial kemasyarakatan.

c. Ayat-ayat Al-Qur’an banyak yang menerangkan keharusan umat manusia berfikir tantang alam semesta, seperti dalam firman Allah Swt. : QS Ali Imran ayat 190

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

Artinya : “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,” (QS. Ali Imran : 190)

Dalam menyampaikan ajarannya Nabi Muhammad Saw. lebih pada pemberian contoh dengan tingkah laku dan perbuatannya sehari-hari. Hidupnya sederhana, tutur katanya lembut serta mencintai masyarakatnya. Seruan atau dakwah yang disampaikan Rasulullah Saw. kepada umut manusia dilakukan dengan cara damai, tanpa kekerasan. Hal ini sesuai dengan Al-Qur’an Surat An-Nahl ayat 125 :

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Artinya : “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmahdan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl : 125)

Dalam waktu yang relatif singkat kurang lebih selama 23 tahun seluruh Jazirah Arab telah dikuasainya, hal ini menunjukkan kesuksesan Nabi Muhammad Saw. dalam dakwahnya. Adapun beberapa rahasia kesuksesan nabi dalam dakwahnya itu dapat dilihat sebagai berikut:

a. Faktor Internal.
1) Dalam mengembangkan tugas kerasulannya senantiasa mendapat bimbingan Allah Swt.
2) Kepribadian Nabi Muhammad Saw. dalam mengembangkan ajaran Islam.
3) Kepemimpinan Nabi Muhammad Saw.
4) Ketinggian akhlak dan kepribadian Nabi Muhammad Saw.

b. Faktor Eksternal.
1) Nabi Muhammad Saw. telah menyiapkan tenaga-tenaga dakwah yang kuat dan tangguh.
2) Kesungguhan para sahabat dalam memperjuangkan wahyu tersebut, dan mereka membela mati-matian bila menghadapi bahaya.

Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan tentang kebijakan pemerintahan Rasulullah Saw pada periode Islam di Madinah. Kunjungilah selalu www.bacaanmadani.com semoga bermanfaat. Aamiin.

No comments:

Post a Comment