Sunday, February 25, 2018

Sebab Kemunduran Umat Islam Menurut Pandangan Muhammad Iqbal dan Cara Mengatasinya

Dr. Muhammad Iqbal (1874-1938) dilahirkan di Sialkot, Punjab pada tanggal 22 Februari 1873. Leluhurnya termasuk dari kalangan kasta Brahmana dari Kashmir yang telah memeluk agama Islam sekitar tiga abad sebelum Iqbal lahir. Secara ringkas ide-ide pembaharuan Muhammad Iqbal adalah :

1. Ijtihad mempunyai kedudukan penting dalam pembaharuan Islam, dan pintu ijtihad tidak tertutup

2. Kemunduran umat Islam disebabkan oleh kebekuan dalam berpikir.

3. Perhatian yang berlebihan terhadap zuhud membuat masyarakat tidak/ kurang memperhatikan masalah-masalah dunia dan kemasyarakatan.

4. Umat Islam harus menguasai sains dan teknologi yang dimiliki Barat.

Dari segi bahasa, kata dinamisme artinya tidak berhenti. Sedangkan menurut istilah dinamisme adalah suatu aktifitas yang didasarkan pada kesadaran untuk selalu berubah secara positif untuk mengikuti.

Sebab Kemunduran Umat Islam.
Menurut pandangan Iqbal terdapat beberapa sebab kemunduran umat Islam :

1. Fakta sejarah menunjukan bahwa kehancuran kota Bagdad, banyak mempengaruhi peradaban ummat Islam. Karena Bagdad pernah menjadi pusat politik, kebudayaan dan pusat kemajuan pemikiran Islam. Akibatnya, pemikiran ulama pada masa itu hanya bertumpu pada ketertiban sosial. Mereka menolak pembaruan di bidang hukum dan pintu ijtihad mereka tutup. Hal ini menyebabkan hilangnya dinamika berpikir di kalangan orang Islam.

2. Ada kecenderungan ummat Islam terjerembab pada paham fatalisme, yang menyebabkan umat Islam pasrah kepada nasib dan enggan bekerja keras. Pengaruh zuhud yang terdapat dalam ajaran tasafuf yang dipahami secara berlebihan dan salah mengakibatkan umat Islam tidak mementingkan persoalan kemasyarakatan. Faham fatalisme inilah yang menyeret umat Islam kehilangan semangat atau dan bermental budak.

3. Munculnya kelompok muslim yang menganggap pintu ijtihad telah tertutup. Pemahaman ini melahirkan sikap statis (jumud) dalam pemikiran umat Islam, karena kegiatan ijtihad dianggap tertutup. Kaum muslimin lebih cenderung mengikut pendapat-pendapat mazhab-mazhab yang sudah ada dan bahkan terjerabab dilingkaran madzhab tersebut, sehingga jadi kemalasan untuk berpikir.

Cara Mengatasi Persoalan yang di Hadapi Umat Islam.
Untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi Umat Islam, maka Muhammad Iqbal menawarkan beberapa solusi yang harus diterapkan yaitu :

1. Secara konsisten menerapkan konsep dinamisme Islam. Umat Islam harus membangkitkan kembali tradisi keilmuan dengan membuka pintu ijtihad. Al-Qur’an senantiasa menganjurkan pemakaian akal untuk melihat tandatanda kebesaran Tuhan dan pada saat yang sama menganjurkan umat Islam senantiasa bergerak aktif menyongsong perubahan zaman.

2. Hukum Islam tidak bersifat statis, tetapi dinamis dan berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Pintu ijtihad tidak pernah tertutup. Menurut Iqbal, ijtihad adalah mencurahkan segenap kemampuan intelektual, yang berarti menempatkan akal pada kedudukan yang tinggi. Di dalam ijtihad, terdapat aspek perubahan dan dengan adanya perubahan itulah, dinamika umat manusia berasal. Paham dinamisme Islam inilah yang membuat Iqbal mempunyai kedudukan penting dalam pembaruan Islam. Dalam syair-syairnya, ia mendorong umat Islam supaya bergerak dan jangan tinggal diam.

3. Intisari hidup adalah gerak. Karenanya, Iqbal menyeru agar umat Islam bangun dan menciptakan dunia baru. Dalam kaitannya dengan barat, Iqbal memandang barat tidaklah bagus untuk dijadikan model peradaban. Kapitalisme dan materialisme barat telah membawa kerusakan bagi kemanusiaan. Karena itu boleh belajar dari barat dalam hal metodologi ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan nilai-nilai kehidupan harus digali dari ajaran Islam yang benar dan budaya yang positif.

Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan tentang sebab kemunduran umat Islam menurut pandangan Muhammad Iqbal dan cara mengatasinya. Sumber buku Siswa SKI Kelas XI MA Kementerian Agama Republik Indonesia, 2015. Kunjungilah selalu www.bacaanmadani.com semoga bermanfaat. Aamiin.

No comments:

Post a Comment