Tuesday, April 3, 2018

Kandungan Al-Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 44-45 Tentang Pembinaan Pribadi, Keluarga dan Masyarakat

A. Lafal Bacaan Al-Qur’an Surat  Al-Baqarah Ayat 44-45 dan Terjemahan.

أَتَأْمُرُونَ ٱلنَّاسَ بِٱلْبِرِّ وَتَنسَوْنَ أَنفُسَكُمْ وَأَنتُمْ تَتْلُونَ ٱلْكِتَٰبَ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

ata' muruuna nnaasa bilbirri watansawna anfusakum wa-antum tatluuna lkitaaba afalaa ta'qiluun

"Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, Padahal kamu membaca Al kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?" (QS. Al-Baqarah : 44)

وَٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلْخَٰشِعِينَ

wasta'iinuu bishshabri washshalaati wa-innahaa lakabiiratun illaa 'alaa lkhaasyi'iin

"Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'.” (QS. Al-Baqarah : 45)

B. Mufradat.
1). Kata (ٱلْبِرِّ ) al-birr berarti kebajikan dalam segala hal, baik dalam hal keduniaan atau akhirat, maupun interaksi. Sementara ulama menyatakan bahwa al-birr mencakup tiga hal; kebajikan dalam beribadah kepada Allah swt. kebajikan dalam melayani keluarga dan kebajikan dalam melakukan interaksi dengan orang lain. Demikian Thahir Ibn ‘Asyur. Apa yang dikemukakan itu belum mencakup semua kebajikan, karena agama menganjurkan hubungan yang serasi dengan Allah Swt, sesama manusia, lingkungan serta diri sendiri. Segala sesuatu yang menghasilkan keserasian dalam keempat unsur tersebut adalah kebajikan.

2). Kata (أَنفُسَكُمْ) anfusakum adalah bentuk jamak dari kata nafs. la mempunyai banyak arti, antara lain totalitas diri manusia, sisi dalam manusia, atau jiwanya. Yang dimaksud di sini adalah diri manusia sendiri.

3). Kata (ٱلصَّبْرِ) sabar artinya menahan diri dari sesuatu yang tidak berkenan di hati. Ia juga berarti ketabahan. Imam Ghazali mendefinisikan sabar sebagai ketetapan hati melaksanakan tuntunan agama menghadapi rayuan nafsu.

4). Kata (ٱلصَّلَوٰةِ) dari segi bahasa adalah doa, dan dari segi pengertian syariat Islam ia adalah “ucapan dan perbuatan tertentu yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam.” Shalat juga mengandung pujian kepada Allah atas limpahan karunianya, mengingat Allah Swt, dan mengingat karunia-Nya mengantar seseorang terdorong untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya serta mengantarnya tabah menerima cobaan atau tugas yang berat. Demikian, shalat membantu manusia menghadapi segala tugas dan bahkan petaka.

5). Kata (خشوع ) Khusyu’ adalah ketenangan hati dan keengganannya mengarah kepada kedurhakaan. Yang dimaksud dengan orang-orang yang khusyuk oleh ayat ini adalah mereka yang menekan kehendak nafsunya dan membiasakan dirinya menerima dan merasa tenang menghadapi ketentuan Allah serta selalu mengharapkan kesudahan yang baik.

C. Isi Kandungan Al-Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 44-45.
1) Asbabun nuzul dari ayat ini adalah mengenai kecaman kepada pemuka-pemuka agama Yahudi, yang sering kali memberi tuntunan tetapi melakukan sebaliknya.

2) Islam menuntun umatnya agar memiliki kesesuaian antara apa yang diucapkan dengan apa yang diperbuatnya. Apalagi kalau itu menyangkut juru dakwah, jika ucapan muballigh/dai berbeda dengan pengamalan kesehariannya, maka keraguan bukan hanya tertuju kepada si Mubaligh/dai, tetapi juga dapat menyentuh ajaran yang disampaikannya. Bukankah kita sering mendengar kecaman terhadap Islam, hanya karena ulah umat Islam. Syekh Muhammad Abduh menyatakan “Keindahan Islam ditutupi oleh ulah orang-orang Islam (al Islamu mahjun bil muslimin)”

3) Mengerjakan kebajikan tidak semudah yang mengucapkannya. Mengindari larangan pun banyak hambatannnya. Karena itu rangkaian ayat berikut menuntun dan menuntut agar membekali diri dengan kesabaran dan doa.

4) Apapun konteksnya (munasabah), ayat ini memerintahkan mintalah pertolongan yakni kukuhkan jiwa kamu dengan sabar yaitu menahan diri dari rayuan menuju nilai rendah, dan dengan shalat yakni dengan mengaitkan jiwa dengan Allah Swt, serta bermohon kepada-Nya guna menghadapi segala kesulitan serta memikul segala beban yang akan dipikul sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’ yaitu orang-orang yang tunduk dan yang hatinya merasa tentram dengan berdzikir kepada Allah Swt.

5) Ayat ini memerintahkan kepada kita agar meminta pertolongan kepada Allah Swt dengan jalan tabah dan sabar menghadapi segala tantangan serta dengan melaksanakan shalat. Karena itu, jadikanlah ketabahan menghadapi segala tantangan bersama dengan shalat, yakni doa dan permohonan kepada Allah Swt sebagai sarana untuk merai segala macam kebajikan.

6) Allah Swt menegaskan bahwa sesungguhnya sabar dan shalat sangat berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, penegasan ini dapat dipahami bahwa sabar dan shalat tidak mudah dipraktekkan kecuali oleh orang yang khusyu’, ini juga berarti bahwa ketika shalat atau bermohon harus disertai dengan kesabaran atau ketika menghadapi kesulitan harus bersabar, kesabaran yang disertai dengan doa kepadaNya.

7) Ayat ini juga menegaskan bahwa kekhusyu’an tidak terbatas dalam shalat saja, akan tetapi menyangkut segala aktivitas manusia. Adapun kekhusyu’an dalam shalat maka ia menuntut manusia untuk menghadirkan kebesaran dan keagungan Allah Swt, sekaligus kelemahannya sebagai manusia di hadapan-Nya

Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan tentang isi kandungan Al-Qur'an surat Al-Baqarah Ayat 44-45 tentang pembinaan pribadi, keluarga dan masyarakat. Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari pembahasan tersebut. Aamiin. Sumber Tafsir-Ilmu Tafsir Kelas XII MA, Kementerian Agama Republik Indonesia, Jakarta 2016. Kujungilah selalu www.bacaanmadani.com semoga bermanfaat. Aamiin.

No comments:

Post a Comment