Saturday, April 28, 2018

Pengertian Ya’juj dan Ma’juj Serta Subyek Ya'juj dan Ma’juj

A. Pengertian Ya’juj dan Ma’juj
Dalam kamus Lisanul-’Arab kata Ya’juj dan Ma’juj berasal dari kata ajja atau ajij dalam wazan Yaf’ul. Kata ajij artinya nyala api. Tetapi kata ajja berarti pula asra’a, maknanya berjalan cepat. Ya’juj dan Ma’juj dapat pula diibaratkan sebagai api menyala dan air bergelombang, karena hebatnya gerakan.

Nama Ya’juj dan Ma’juj disebut dua kali dalam al-Qur’an, yaitu:
1. QS. al-Kahfi (18); 92-98:

92
ثُمَّ أَتْبَعَ سَبَبًا

"Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi)."

93
حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغَ بَيْنَ ٱلسَّدَّيْنِ وَجَدَ مِن دُونِهِمَا قَوْمًا لَّا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ قَوْلًا

"Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan."

94
قَالُوا۟ يَٰذَا ٱلْقَرْنَيْنِ إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مُفْسِدُونَ فِى ٱلْأَرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا عَلَىٰٓ أَن تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا

Mereka berkata: "Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?"

95
قَالَ مَا مَكَّنِّى فِيهِ رَبِّى خَيْرٌ فَأَعِينُونِى بِقُوَّةٍ أَجْعَلْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ رَدْمًا

Dzulkarnain berkata: "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka,"

96
ءَاتُونِى زُبَرَ ٱلْحَدِيدِ ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا سَاوَىٰ بَيْنَ ٱلصَّدَفَيْنِ قَالَ ٱنفُخُوا۟ ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَعَلَهُۥ نَارًا قَالَ ءَاتُونِىٓ أُفْرِغْ عَلَيْهِ قِطْرًا

"berilah aku potongan-potongan besi". Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: "Tiuplah (api itu)". Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu".

97
فَمَا ٱسْطَٰعُوٓا۟ أَن يَظْهَرُوهُ وَمَا ٱسْتَطَٰعُوا۟ لَهُۥ نَقْبًا

"Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya."

98
قَالَ هَٰذَا رَحْمَةٌ مِّن رَّبِّى ۖ فَإِذَا جَآءَ وَعْدُ رَبِّى جَعَلَهُۥ دَكَّآءَ ۖ وَكَانَ وَعْدُ رَبِّى حَقًّا

Dzulkarnain berkata: "Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar".


2. QS. al-Anbiya (21); 96-97.

96
حَتَّىٰٓ إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُم مِّن كُلِّ حَدَبٍ يَنسِلُونَ

"Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi."

97
وَٱقْتَرَبَ ٱلْوَعْدُ ٱلْحَقُّ فَإِذَا هِىَ شَٰخِصَةٌ أَبْصَٰرُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ يَٰوَيْلَنَا قَدْ كُنَّا فِى غَفْلَةٍ مِّنْ هَٰذَا بَلْ كُنَّا ظَٰلِمِينَ

"Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata): "Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim".

Dalam surat al-Kahfi diterangkan bahwa Ya’juj dan Ma’juj adalah orang orang yang membuat kerusakan di muka bumi yang ditakuti oleh suatu kaum yang bertempat tinggal diantara dua gunung, sehingga ketika Zulkarnain datang ke tempat ittu, kaum tersebut memohon kepadanya agar dibuatkan tembok penghalang dari serangan mereka. Sedangkan dalam surah al-Anbiya disebutkan bahwa Ya’juj dan Ma’juj akan segera turun dengan cepat daritempat yang tinggi ketika tembok penghalang mereka terbuka sebagai tanda telah dekatnya kedatangan janji Allah Swt.
Baca Juga :

B. Subyek Yakjuj dan Ma’juj.
Al-Qur’an tidak menerangkan siapa sebenarnya Ya’juj dan Ma’juj, dari bangsa dan keturunan mana mereka. al-Qur’an hanya menjelaskan sifat-sifat mereka, yaitu kaum pembuat kerusakn di bumi. Kalau tembok penghalang dibuka mereka akan turun mengalir seperti mengalirnya air bah/banjir, dan bila tembok penghalang kokoh, mereka tidak masuk dan tidak dapat membuat kerusakan.

Menurut Tafsir Depag didapati keterangan menyangkut Asbabun Nuzul QS. al-Kahfi 83-98 bahwa, orang-orang kafir Quraisy pernah mengutus delegasi kepada orang-orang Yahudi untuk bertanya apa yang harus mereka tanyakan kepada Muhammad untuk menguji kebenarannya. Mereka berkata: ‘Coba tanyakanlah kepada Muhammad tentang seorang laki-laki yang pernah mengelilingi dunia, dan tentang sekelompok pemuda yang tidak diketahui apa yang mereka perbuat, dan tentang hakekat ruh.’ Maka turunlah surat al-Kahfi ini.

Dikatakan pula siapa Dzulqarnain pada ayat diatas, yakni menurut pendapat sebagian besar ahli sejarah, yang dinamakan Zulkarnain ialah Iskandar bin Philips keturunan Yunani murid dari Aristoteles seorang filosof besar yang ajaran filsafatnya telah tersebar luas dikalangan umat Islam. Zulkarnain hidupnya kirakira pada 330 SM. Dia berasal dari kota Macedonia, pernah memerangi Persia. Menguasai kerajaan Darius dan kawin dengan salah seorang puterinya. Kemudian ia menyerbu India dan menguasainya dan melebarkan sayap kekuasaannya sampai ke negeri Mesir dan mendirikan kota Iskandaria untuk mempeingati jasa-jasanya.

Adapun mengenai benteng yang dibangun oleh Zulkarnain adalah benteng yang terletak di belakang sungai Jehun di negeri Belekh dekat kota Tirmids. Dan benteng itu diberi nama pintu besi ditengah perjalanan antara Samarkhan dan India. Benteng itu pernah pula dilalui oleh raja Timurlenk dengan tentaranya.

Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan tentang pengertian Ya’juj dan Ma’juj serta subyek Ya'juj dan Ma’juj. Sumber buku Ilmu Kalam Kelas XI MA Kementerian Agama Republik Indonesia, 2015. Kunjungilah selalu www.bacaanmadani.com semoga bermanfaat. Aamiin.

No comments:

Post a Comment