Tips Agar Puasa Tetap Sehat dan Bugar Kuncinya Pada Saat sahur dan Ketika Berbuka


Kita tidak bisa ingkari bahwa puasa untuk meningkatkan kesehatan. Sudah banyak terbukti bahwa puasa dapat meningkatkan kesehatan. Misalnya, dengan puasa maka organ-organ pencernaan dapat istirahat. Pada hari biasa alat-alat pencernaan di dalam tubuh bekerja keras. Setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh memerlukan proses pencernaan kurang lebih delapan jam. Empat jam diproses di dalam lambung dan empat jam di usus kecil (ileum). Jika malam sahur dilakukan pada pukul 04.00 pagi, berarti pukul 12 siang alat pencernaan selesai bekerja. Dari pukul 12 siang sampai waktu berbuka, kurang lebih selama enam jam, alat pencernaan mengalami istirahat total.

Meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Berdasarkan penelitian yang dilakukan para ahli kesehatan, ternyata dengan berpuasa sel darah putih meningkat dengan pesat sekali. Penambahan jumlah sel darah putih secara otomatis akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Akan tetapi kesehatan dan kebugaran tidak akan kita dapatkan tanpa harus memperhatikan kiat-kitanya. Ada beberapa kiat yang harus diperhatikan selama menjalankan ibadah puasa agar tetap sehat dan bugar. Menurut Dr. H. Yahmin Setiawan, kuncinya ada pada saat sahur dan ketika berbuka puasa.

1. Jangan tinggalkan sahur. Dalam suatu hadist disebutkan, Rasulullah Saw bersabda, “Sahurlah kamu, karena dalam sahur itu terdapat berkah yang besar”.

Nabi SAW sangat menganjurkan kita sahur karena kata beliau Dari Abi Said al-Khudri RA : "Sahur itu barakah maka jangan tinggalkan meski hanya dengan seteguk air. Dan termasuk sunnah ketika sahur adalah untuk mengakhirkannya."

Kenapa sahur penting bagi kita yang menjalankan puasa ? Saat menjalankan puasa tubuh kita tidak mendapatkan asupan gizi kurang lebih selama 14 jam. Untuk itu supaya tubuh dapat menjalankan fungsi dengan baik, sel-sel tubuh membutuhkan gizi dan energi dalam jumlah cukup.
Untuk menu sahur sebaiknya pilih makanan berserat dan berprotein tinggi, tapi hindari terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang manis-manis.

2. Jangan tunda berbuka. Setelah seharian menahan lapar dan dahaga tentunya energi kita terkuras, untuk memulihkan energi kembali, saat berbuka makanlah karbohidrat sederhana yang terdapat dalam makanan manis.

Makanan yang mengandung gula mengembalikan secara instant energi kita yang terkuras seharian, dan yang dianjurkan serta mengikuti sunnah Rasulullah SAW adalah dengan kurma dan air putih.

Usahakan menghindari minum es atau yang bersoda, karena jenis minuman ini dapat membuat pencernaan tak berfungsi secara normal (perut yang kosong bisa menjadi kembung, bila langsung berbuka puasa dengan air dingin, karena asam lambung dalam tubuh kita akan terbentuk semakin banyak).

3. Makanlah secara bertahap saat berbuka. Biasanya begitu mendengar bedug Magrib, tanpa tunggu lagi kita langsung menyantap habis hidangan yang disediakan diatas meja. Ini bukanlah pola yang bagus untuk kesehatan, setelah seharian perut kita tak terisi dan organ cerna beristirahat, sebaiknya jangan langsung menyantap hidangan dalam jumlah besar.

Saat tiba waktu berbuka makan makanan manis, seperti kolak, atau minum teh hangat, istirahatkan sesaat, bisa Anda gunakan jeda itu untuk menjalankan sholat maghrib sambil memberi waktu organ cerna kita menyesuaikan. Baru setelah sholat Anda dapat lanjutkan kembali makan makanan yang lebih berat seperti nasi dan lauk-pauknya. Setelah Tarawih dilanjutkan lagi dengan sesi makan kecil atau camilan.

4. Konsumsi cukup air. Air merupakan zat yang sangat dibutuhkan tubuh. Lebih dari 60 % tubuh kita terdiri dari air. Untuk menjalankan fungsinya dengan baik setiap organ tubuh kita membutuhkan air. Tanpa air yang cukup tubuh akan mengalami gangguan.

Untuk itu, perbanyak minum air untuk simpanan dalam tubuh supaya semua organ berfungsi dengan baik. Yang disebut air disini bukan hanya berupa air putih, tapi susu dan teh pun juga termasuk di dalamnya.

Supaya kebutuhan tubuh tercukupi, aturlah agar kita minum delapan gelas air sebelum menjalani puasa esok hari.

Cukup cairan, dengan minum kurang lebih 7-8 gelas sehari. Terdiri atas tiga gelas waktu sahur dan lima gelas dari buka sampai sebelum tidur. Pembagian makan adalah 50 persen untuk berbuka, 10 persen setelah shalat Tarawih, 40 persen pada waktu sahur.
Share on Google Plus

About Bacaan madani

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Post a Comment