Monday, September 19, 2016

Pengertian dan Ciri-ciri sifat ikhlas dalam Agama Islam


Secara harfiyah, ikhlas artinya tulus dan bersih. Adapun menurut istilah, ikhlas ialah mengerjakan sesuatu kebaikan dengan semata-mata mengharap rida Allah SWT. Bagi orang yang ikhlas, suatu perbuatan baik tidak harus dikaitkan dengan imbalan atau balasan, melainkan semata-mata ingin mendapatkan rida Allah SWT. Jadi meskipun tidak mendapat imbalan apa pun dan dari pihak mana pun, akan tetap melakukan perbuatan baiknya tersebut.

Ciri-ciri sifat ikhlas dalam jiwa seseorang dapat tampak dari sikap perilakunya sehari-hari. Gejala-gejala seseorang dapat dilihat secara kasat mata, diantaranya pada hal-hal berikut ini :

a. Tidak mengharapkan imbalan apa pun dari manusia, selain rido Allah SWT. semata.

b. Tidak merasa terpaksa atau terbebanni dalam emlakukan suatu pekerjaan.

c. Tidak atas dasar perintah atau tugas dan kewajiban dari pihak lain.

d. Mengerjakannya dengan sepenuh hati dan sungguh-sungguh.

e. Tidak karena ingin dipuji atau disanjung oleh pihak lain.

f. Melakukannya dengan penuh pengabdian.

Dalil aqli dan naqli tentang ikhlas.

Ikhlas adalah sikap perbuatan terpuji yang harus dimiliki oleh setiap muslim. Orang yang memiliki sikap perilaku ikhlas, tidak akan pernah merasa berat dalam menjalankan setiap tugas dan pekerjaan. Sebab sikap jiwa ikhlas dapat meringankan beban dan perasaan berat dalam mengerjakan suatu perbuatan. Suatu perbuatan yang dilakukan tanpa keikhlasan, tidak akan mendatangkan kebaikan, baik bagi pelakunya maupun bagi pihak lain yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut.

Oleh sebab itu, Allah SWT. menyeru kita untuk selalu ikhlas dalam beramal, khususnya dalam beribadat kepada Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya:

Artinya; "Sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu kitab (Al Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya." (Q.S. Az-Zumar: 2-3)

Klasifikasi Nilai-nilai Ikhlas.

Ikhlas dan tulus atas apa yang dilakukan dan diucapkan merupakan sikap terpuji, dan mengandung nilai-nilai yang sangat luhur dan mulia. Nilai-nilai luhur berakhlak ikhlas dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

a. Tidak berharap imbalan apa pun kecuali rido Allah semata.

b. Mengerjakan sesuatu atas kesadaran sendiri, tidak karena adanya paksaan atau tekanan dari pihak lain.

c. Mengerjakan sesuatu dengan sepenuh hati, tanpa ada rasa sungkan dan malas apalagi merendahkan ata spekerjaannya tersebut.

d. Tidak girang ketika dipuji, dan tidak benci ketika dicela dan dicaci

e. Bersedia menerima masukan, saran dan kritik dari orang atau pihak lain dengan senang hati.

Sikap dan Perilaku Ikhlas.

Ikhlas artinya bersih dan tulus dalam melakukan sesuatu, tanpa adanya harapan untuk mendapatkan imbalan dan balasan dari apa yang dikerjakannya itu, selain mengharapkan ridla Allah SWT. semata. Ikhlas atau tidaknya seseorang dalam melakukan suatu perbuatan sangat tergantung pada niatnya, sedangkan niat itu tempatnya didalam hati, sehingga keikhlasan seseorang sukar untuk diketahui. Namun demikian, dapat dilihat dari sikap perilakunya yang tampak.

Orang yang ikhlas dalam beramal dan berbuat sesuatu, tidak akan merasa terbebani atau terpaksa atas perbuatannya tersebut, melainkan ia merasa senang dan gembira telah dapat beramal atau berbuat demikian.

Firman Allah SWT. dalam Q.S. Al-Insan : ayat 8-9 yaitu :

Artinya: "Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, Kami tidak menghendaki Balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih." (Q.S. Al-Insan: 8-9)

Terbiasa Berakhlak Terpuji ikhlas

Bersikap perilaku ikhlas merupakan suatu perbuatan terpuji yang harus dipegang teguh oleh setiap muslim. Oleh sebab itu, hendaknya kita mulai membiasakan diri berakhlak ikhlas dalam setiap ucapan dan perbuatan.

Dalam upaya membiasakan diri berakhlak ikhlas, ada baiknya diperhatikan bebrapa hal berikut ini :

a. Tanamkan kesadaran dalam hati bahwa apa yang kita miliki hanya titipan Allah.

b. Luruskan niat pada setiap melakukan suatu amal perbuatan, semata-mata hanya ingin mendapatkan rida Allah SWT.

c. Dalam beramal jangan pilih kasih, melainkan semua orang harus dipandang sama.

d. Lupakan setiap amal kebaikan yang telah dilakukan, agar tidak memiliki rasa angkuh dan sombong.

e. Berdoalah kepada Allah SWT. agar diberi kekuatan dalam berakhlak ikhlas.

Baca Juga :
-Rahasia Surat Al-Ikhlas yang Tidak Ada Kata Ikhlas Didalam Ayatnya

No comments:

Post a Comment