Minggu, 26 Maret 2017

Pengertian Kerja Keras, Tekun, Ulet dan Teliti serta Dalilnya

1. Kerja Keras
Pengertian Kerja Keras
Kerja keras artinya melakukan sesuatu untuk mencari nafkah dengan sungguh-sungguh. Kerja keras untuk mencapai tujuan atau prestasi sebaiknya disertai dengan berserah diri (tawakal) kepada Allah Swt., baik untuk kepentingan dunia maupun akhirat.

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al-Qashash :77)

Membiasakan Perilaku Kerja Keras.
Perilaku kerja keras sudah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw. Beliau tidak hanya menghabiskan waktu untuk mengingat Allah Swt saja, tetapi bekerja keras berdakwah, baik di Mekah maupun Madinah. Berdasarkan hal tersebut, kita dapat meneladaninya bahwa kita diperintahkah oleh Allah Swt dan Rasul-Nya untuk membiasakan perilaku bekerja keras, tidak boleh berangan-angan atau bergantung pada orang lain dengan meminta-minta. dan bekerja keras agar berhasil dan dapat mencukupi kebutuhan hidup, meningkatkan kreativitas, berdoa dan bertawakal kepada Allah Swt, berlaku jujur, tidak mudah berputus asa dan bersabar jika mengalami kegagalan, selalu bersyukur atas rahmat Allah Swt yang diterima.

Hadis Nabi Muhamamd saw. :

Artinya:
“Dari miqdam r.a. berkata : Nabi Muhammad Saw. bersabda: “Tidak satu pun makanan yang dimakan seseorang lebih baik daripada kerja tangannya. Sesungguhnya Nabi Daud makan dari hasil kerja tangannya”. (HR. Bukhari)

2. Tekun dan Ulet.
Islam menyuruh setiap muslim tekun dan ulet bekerja. Sebaliknya, Islam mencela orang yang malas dan berpangku tangan.

Pengertian Tekun dan Ulet.
Tekun artinya mengarahkan pemikiran dan perasaan pada kegiatan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh. Dalam belajar dan menuntut ilmu pun, kita harus menekuni apa yang sedang dipelajari. Dengan rajin belajar dan tekun, kita dapat meraih kesejahteraan hidup, baik di dunia maupun di akhirat.

Dalil Tekun dan Ulet.

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat . Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadilah: 11)

Membiasakan Perilaku Tekun dan Ulet.
Sifat tekun dan ulet dalam semua pekerjaan akan menguntungkan dan membahagiakan, baik dalam urusan dunia maupun urusan akhirat. Segala yang ada di permukaan bumi ini adalah karunia Allah untuk manusia. Hanya manusia yang tekun dan ulet bekerja saja yang akan memperoleh manfaat dari karunia Allah swt. Begitu pula surga di akhirat nanti, hanya disediakan oleh Allah untuk orang-orang yang tekun atau rajin beramal dan beribadah waktu hidup di dunia.

Membiasakan berperilaku tekun dan ulet dalam belajar adalah kewajiban utama pelajar. Dengan berperilaku tekun dan ulet, niscaya segala keinginan insya Allah akan terwujud. Untuk itu, biasakanlah berperilaku tekun dan ulet dalam setiap pekerjaan, baik di rumah, di sekolah maupun di masyarakat.

3. Teliti.
Nabi Muhammad saw. bersabda, “Suatu hari Rasullah berkata kepada Asyaj Abdul Qais:

”Sesungguhnya ada dua perkara di dalam dirimu yang disukai Allah, yaitu kritis dan ketelitian.” (HR. Muslim)

Pengertian Teliti dan Dalilnya.
Teliti artinya berhati-hati dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Teliti dapat berarti juga cermat dalam setiap melakukan sikap dan perbuatan serta setiap pekerjaan, tidak terburu-buru, namun perlu perhitungan dan pengkajian baik buruknya.

Dalil Teliti.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6).

Membiasakan Perilaku Teliti.
Kitaharusmembiasakandiribekerja denganteliti.Pekerjaanyangdilakukan dengan teliti biasanya mendatangkan hasil yang baik. Sebaliknya, apabila pekerjaan dilakukan tidak dengan teliti, hasilnya sering mengecewakan.

Kita harus membiasakan teliti dalam semua perbuatan. Contohnya salat, kita harus teliti mulai dari kebersihan dan kesucian pakaian yang kita gunakan. Kemudian, cara berwu«u' harus benar, jangan asal disiram saja. Dalam belajar, kita harus teliti, tidak terburu-buru, namun perlu perhitungan dan pengkajian baik-buruknya. Inilah ciri pribadi Muslim yang harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

1 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.