Minggu, 10 September 2017

Sayembara Seratus Ekor Unta Bagi yang Bisa Menghentikan Hijrahnya Nabi SAW

Pada saat Nabi Muhammad Saw mendapat perintah untuk hijrah. Beliau keluar dari rumah  secara diam-diam. Berbagai usaha kafir Quraisy untuk mencegah Nabi Muhammad Saw hijrah ke Madinah. Pada akhirnya usaha mereka tidak mendapatkan hasil. Nabi Muhammad Saw menjalankan hijrah dengan rencana, sejak persiapan sampai pelaksanaan.

Ketika itu Quraisy mengadakan sayembara dengan hadiah seratus ekor unta bagi orang yang dapat menyerahkan Nabi Muhammad Saw. Ketika terdengar kabar bahwa ada rombongan tiga orang sedang dalam perjalanan, mereka yakin itu adalah Nabi Muhammad Saw dan sahabatnya.

Suraqa bin Malik bin Ju’syum, salah seorang dari Quraisy, juga ingin memperoleh hadiah seratus ekor unta. Tetapi ia ingin memperoleh hadiah seorang diri saja. Ia mengelabui orang-orang dengan mengatakan bahwa itu bukan Muhammad Saw. Tetapi diam-diam ia menyuruh pembantunya untuk menyiapkan kuda dan perlengkapannya.

Ketika tidak ada orang yang melihatnya, ia segera memacu kendaraannya ke pesisir yang ditunjukkan orang tersebut. Suraqah mengendarai kuda yang cepat, sehingga ia bisa mengejar rombongan hijrah Nabi Muhammad Saw tersebut dan jaraknya semakin dekat. Nabi Muhammad Saw tetap tenang, sementara Abu Bakar yang duduk di boncengan unta Nabi Muhammad Saw, terlihat cemas dan berkali-kali melihat ke belakang.

Setelah jarak makin dekat, tiba-tiba kuda Suraqah terjerembab jatuh, Nabi Muhammad Saw terus saja berjalan tanpa memperdulikan Suraqah yang mengejarnya. Setelah berhasil mendekati lagi, Suraqah menyiapkan anak panahnya, tetapi lagi-lagi kudanya terjerembab, sementara Nabi Muhammad Saw terus berjalan.

Masih juga penasaran, setelah berhasil membebaskan kudanya, ia mengejar lagi, tetapi untuk ketiga kalinya, kudanya terjerembab dan kali ini diikuti dengan debu yang bertaburan di udara. Sadarlah Suraqah bahwa orang yang dikejarnya bukanlah orang sembarangan.

Setelah berhasil membebaskan kudanya dan tidak ada lagi niat untuk menangkap atau membunuh Nabi Muhammad Saw, ia berhasil mendekati rombongan beliau dan memanggilnya. Setelah berhadapan dengan Nabi Muhammad Saw, ia meminta maaf dan memohon untuk tidak diapa-apakan. Ia juga menawarkan untuk memberikan perbekalan yang dibawanya.

Nabi Muhammad Saw memaafkannya tetapi menolak pemberiannya, hanya saja beliau meminta untuk merahasiakan pertemuannya itu.

Sesaat kemudian Nabi Muhammad Saw berkata pada Suraqah, "Wahai Suraqah, bagaimana perasaanmu jika engkau memakai dua gelang Kisra?" 

“Kisra bin Hurmuz?" Suraqah tercengang tidak mengerti.

Nabi Muhammad Saw tersenyum memandang ekspresi Suraqah, tetapi beliau tidak menjelaskan lebih lanjut. Kemudian beliau meninggalkannya meneruskan perjalanan hijrah.
   
Pada masa kekhalifahan Umar bin Khaththab, datang ghanimah dari Persia yang telah dikalahkan pasukan muslim. Umar teringat akan kisah Nabi Muhammad Saw bersama Suraqah, ia mencari dua gelang Kisra di antara tumpukan ghanimah. Setelah ditemukan, Umar memanggil Suraqah dan berkata,

"Pakailah dua gelang ini, naiklah ke mimbar dan angkat tanganmu, lalu katakan, : Maha benar Allah dan RasulNya."

Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan tentang sayembara seratus ekor unta bagi yang bisa menghentikan hijrahnya Nabi Saw beserta sahabatnya. Dari sejarah tersebut terlihat begitu Allah Swt melindungi kekasihnya Nabi Muhammad Saw dari niat jahat suraqah.

Akan tetapi tidak kesampaian dan Nabi Muhammad Saw pun menghadapinya dengan kesabaran dan memaafkan Suraqah. Mudah-mudahan kita juga di lindungi Allah Swt dari niat jahat orang lain. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.