Wednesday, May 9, 2018

Kandungan Al-Qur'an Surat Al-Isra' Ayat 12 Tentang Kebesaran dan Kekuasaan Allah

A. Lafal Bacaan Al-Qur'an Surat Al-Isra' Ayat 12 dan Artinya.

وَجَعَلْنَا ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ ءَايَتَيْنِ ۖ فَمَحَوْنَآ ءَايَةَ ٱلَّيْلِ وَجَعَلْنَآ ءَايَةَ ٱلنَّهَارِ مُبْصِرَةً لِّتَبْتَغُوا۟ فَضْلًا مِّن رَّبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُوا۟ عَدَدَ ٱلسِّنِينَ وَٱلْحِسَابَ ۚ وَكُلَّ شَىْءٍ فَصَّلْنَٰهُ تَفْصِيلًا

waja'alnaa layla wannahaara aayatayni famahawnaa aayata layli waja'alnaa aayata nnahaari mubshiratan litabtaghuu fadhlan min rabbikum walita'lamuu 'adada ssiniina walhisaaba wakulla syay-in fashshalnaahu tafshiilaa.

"Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas." (QS. Al-Isra' : 12)

B. Makna Mufradat Penting.
a. Kata ءَايَتَيْنِ adalah bentuk muṡanna dari kata ايَةَ yang berarti “tanda”. Beberapa Ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dari kata ءَايَتَيْنِ  adalah Matahari dan Bulan. Sehingga masudnya adalah “Kami jadikan penerang diwaktu malam dan siang”. Penerang malam adalah bulan dan penerang siang adalah matahari.

b. Ada perbedaan mendasar dari dua tanda penerangan tersebut. Redaksinya menyatakan bahwa sinar matahari menghapus cahaya bulan فَمَحَوْنَآ ءَايَةَ ٱلَّيْلِ hal ini karena sumber sinar dan cahaya bulan berasal dari matahari. Matahari terus-menerus bersinar dan bercahaya, sehingga siapapun dapat melihatnya di siang hari. Matahari bersinar terus-menerus karena sinar dan cahayanya bersumber dari dirinya sendiri sehingga tidak terjadi kegelapan. Hal ini berbeda dengan sinar dan cahaya bulan yang sumbernya berasal dari pantulan sinar dan cahaya matahari. Sehingga terjadi perubahan bentuk cahaya.

c. Kata ٱلنَّهَارِ mempunyai beberapa arti, yaitu waktu tersebarnya cahaya, siang yang amat terang dan fajar menyingsing. Menurut syara’, kata ini adalah waktu diantara terbitnya matahari sampai terbenamnya matahari.

C. Isi Kandungan Al-Qur'an Surat Al-Isra' Ayat 12.
Allah Swt. menjelaskan tanda-tanda kekuasaan-Nya yang ada di alam semesta, dengan maksud agar supaya manusia memikirkan dan merenungi Penciptanya. Allah Swt. menjelaskan bahwa Dia menciptakan malam dan siang, masingmasing sebagai tanda kekuasaan Nya. Siang dan malam merupakan dua peristiwa yang selalu silih berganti yang sangat berguna bagi kemaslahatan manusia dalam menjalankan kewajiban agama dan urusan-urusan duniawi.

Pergantian yang teratur seperti itu merupakan tanda kekuasaan Allah yang sangat jelas bagi manusia. Barang siapa yang memperhatikan dan memikirkan pergantian siang dan malam itu tentu akan yakin bahwa alam semesta ini ada yang mengaturnya dengan aturanaturan yang sangat baik dan tepat, yang menunjukkan bahwa pengaturannya sangat teliti, sehingga dengan demikian, manusia akan dapat mengakui adanya Pencipta jagat raya ini dan seluruh isinya.

Di samping itu adanya pergantian siang dan malam merupakan anugerah yang dapat dirasakan secara langsung oleh manusia dalam kehidupan mereka sehari hari. Di waktu siang mereka dapat berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya, sedangkan di waktu malam mereka dapat beristirahat untuk melepaskan lelah. Allah Swt. menjelaskan lebih lanjut bahwa Dialah yang menghapuskan tandatanda malam yaitu hilangnya cahaya bulan dengan cahaya matahari. Perubahan siang dan malam itu sangat berguna bagi manusia untuk mengetahui bilangan tahun, bulan dan hari serta perhitungannya.

Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan tentang isi kandungan Al-Qur'an surat Al-Isra' Ayat 12 tentang kebesaran dan kekuasaan Allah. Sumber buku Tafsir Ilmu Tafsir Kelas XI MA Kementerian Agama Republik Indonesia, 2015. Kunjungilah selalu  www.bacaanmadani.com semoga bermanfaat. Aamiin.

1 comment:

  1. maaf tafsir ayat ini keliru yg di maksud kami hapus adalah sesuatu yg benar benar telah ada maka di tiadakan dgn penghapus dan ayat ini menjelaskan bahwa benar benar bulan memiliki cahaya sendiri bhkan dalam hadits nabi menyebutkan assyamsaini atau dua matahari krn cahaya bulan dahulu awal penciptaan seterang matahari maka kami mengahapus cahaya bulan sbg tanda malam dan allah cara allah swt menghapusnya dengan memerintahkan malaikat jibril as untuk mengambil cahaya bulan dgn sayapnya dan sampai saat ini bekas sayap jibril saat menghapus cahaya bulan masih ada yaitu warna hitam pada bulan yg kata org sains itu kawah pada bulan hanya dgn dugaan mrk mengatakan itu kawah hitam adalah sbb tumbukan meteor padahal nabi saw mengatakam itulah bekas sayap jibril setelah menghapus cahaya bulan 69 bagian cahaya bulan di letakkan di matahari yg bersinar sampai saat ini dan masih tersisa cahaya bulan 1 bagian yg masih bersinar sebagai tanda malam hari buat kehidupan bumi.

    ReplyDelete