Thursday, January 26, 2017

5 Sedekah yang Disarankan oleh Rasulullah SAW

Manusia satu sama lain selalu saling membutuhkan. Sebab manusia adalah makhluk sosial. Dalam agam Islam, umatnya selalu dianjurkan untuk selalu membantu saudara-saudaranya yang membutuhkan bantuan. termasuk didalamnya adalah bersedekah. Sedekah merupakan amalan yang bersifat sosial (al-muta’ddiyah). Artinya, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh orang yang mengerjakannya, namun juga dapat dirasakan oleh orang lain. Kebanyakan orang memahami sedekah hanya pemberian sejumlah uang kepada orang miskin atau mereka yang tidak berkemampuan.

Sehingga, seakan-akan sedekah hanya “dimonopoli” oleh orang kaya atau kalangan tertentu saja.
Sebenarnya sedekah tidak selalu berbentuk pemberian material/kebendaan. Sedekah juga boleh bermakna pemberian yang bersifat manfaat dan lain-lain.

Dalam pembahasan kali ini, tentang jenis-jenis sedekah yang bukan bersifat kebendaan yang diterangkan di dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

Artinyanya, “Setiap anggota badan manusia diwajibkan bersedekah setiap harinya selama matahari masih terbit; kamu mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah; kamu menolong seseorang naik ke atas kenderaannya atau mengangkat barang bawaannya ke atas kenderaannya adalah sedekah; setiap langkah kakimu menuju tempat shalat juga dihitung sedekah; dan menyingkirkan duri dari jalan adalah sedekah.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dari hadits di atas dapat memberi pengertian tentang perlunya sedekah yang dilakukan oleh seseorang dalam hidupnya selama matahari masih terbit (selama dunia belum kiamat)?
Di antara sedekah yang dianjurkan dalam hadits di atas adalah:

1. Mendamaikan Orang yang Bersengketa.
Jika ada dua orang yang bersengketa dan meminta bantuan kita, maka kewajiban kita adalah mendamaikan perselisihan mereka. Hal ini di kira sebagai sedekah.

2. Menolong Orang Lain Menaiki Kenderaan.
Jika ada orang yang sakit atau orang tua yang meminta tolong untuk menaiki kenderaannya. Pertolongan tersebut dianggap sebagai sedekah.

3. Mengangkat Barang Orang Lain.
Membantu orang lain mengangkatkan barang bawaannya untuk meringankan beban yang dibawanya, maka hal itu pun sudah di anggap sebagai sedekah.

4. Melangkah ke Tempat Shalat.
Setiap langkah kaki kita atau menaiki kenderaan menuju ke tempat ibadah untuk mendirikan shalat 5 waktu sudah dianggap sebagai sedekah. Oleh karena itu ringankan langkah kaki kita untuk menuju ke tempat ibadah setiap kali azan berkumandang.

5. Membuang Duri di Jalan.
Jika kita menjumpai sesuatu di jalanan yang akan menghalang perjalanan seseorang seperti duri, paku, kaca atau lainnya. Membuang atau mengetepikannya adalah sedekah bagi mereka yang melakukannya.

Para ulama berpendapat tentang hadis di atas:
-Imam Nawawi menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan sedekah di sini adalah sedekah yang dianjurkan, bukan sedekah wajib.

-Ibnu Bathal dalam Syarah Shahih al-Bukhari menambahkan bahwa manusia dianjurkan untuk sentiasa menggunakan anggota tubuhnya untuk kebaikan. Hal ini sebagai bentuk rasa syukur terhadap nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.

-Penulis kitab ‘Umdatul Qari Badruddin al-Ayni berpendapat bahwa segala amal kebaikan yang dilakukan atas dasar keikhlasan, ganjaran pahalanya sama dengan pahala sedekah.

-Dalam kitab Adab al-Mufrad, al-Bukhari meriwayatkan, apabila seorang tidak mampu untuk melakukan perbuatan yang disebutkan di atas, memadai ia menahan dirinya untuk tidak menganggu orang lain. Kerana secara tidak langsung, ia sudah memberi (sedekah) keamanan dan menjaga keselamatan orang banyak.

Selama kita mampu melakukan banyak hal, peluang untuk bersedekah masih terbuka luas. Sedekah tidak hanya berupa wang, tetapi juga memanfaatkan anggota tubuh kita untuk orang lain dalam perkara yang baik.

Secara umumnya, segala bentuk amalan yang dilakukan anggota tubuh badan kita, akan dinilai sebagai sedekah oleh Allah SWT bila dilakukan dengan penuh keikhlasan dan semata-mata mencari keridhaan Allah SWT.

No comments:

Post a Comment