Sabtu, 21 November 2015

Rahasia Dibalik Larangan Homo Sek5ual dan Anal Sek5


Sek5 merupakan kebutuhan manusia pada umumnya, baik laki-laki maupun perempuan. Tetapi kebutuhan ini disalurkan melalui hubungan badan yang sah seperti hubungan badan suami dengan isteri dengan cara yang dikehendaki. Namun walaupun demikian cara menyalurkan sek5 ini juga ada yang dilarang dalam agama, seperti anal seks dan berhubungan badan dengan isteri yang haid dan nifas. Sebagaimana Firman Allah dalam Al-Qur’an :

“Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman”.(QS Al-Qur’an : 223)

Ibnu ‘Abbas ra menafsirkan, “setubuhilah iterimu sesuka hatimu, tapi jangan melalui dubur (anal seks)atau pada saat haid,”

Anal sek5 adalah menyetubuhi isteri pada duburnya (anus). Kita tahu bersama bahwa anus adalah tempat keluarnya kotoran dan berbagai macam kuman. Apalagi anus tidak menghasilkan cairan sebagaimana pada vagina wanita, sehingga dapat berakibat fatal bagi alat seksual saat berhubungan. Dari sinilah di antara alasan mengapa anal seks seperti ini terlarang.

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Para ulama yang jadi rujukan dalam Islam bersepakat haramnya menyetubuhi isteri pada duburnya baik saat wanita tersebut haid atau suci”. Ulama Syafi’iyah pun berpendapat, “Tidak halal menyetubuhi seseorang di duburnya begitu pula menyetubuhi hewan seperti itu dalam keadaan apa pun itu.

Dari larangan anal sek5 tersebut bukan berarti tidak ada  manfaat untuk kesehatan pelaku sek5 itu sendiri. Ilmu kedokteran di era modern ini telah menyimpulkan, bahwa 70% laki-laki menderita penurunan kekebalan tubih ketika mereka melakukan anal sek5.

Semenjak zaman dulu orang sudah mengenal penyekit sifilis (raja singa), ghonore (penyakit kotor), dan kelamin bernanah, seperti penyakit-penyakit yang menular dari kaum laki-laki kepada kaum perempuan. Demikian juga sebaliknya, ketika melakukan hubungan seksual. Pada abad ini dunia juga dikejutkan dengan penyakit AIDS, yaitu penyakit yang menurunkan kekebalan tubuh, akibat melakukan hubungan sek5ual bebas. Penyakit AIDS ini juga terdeteksi setelah orang tersebut sudah lama mengidap penyakit tersebut.

Seorang dokter ahli mkulit mengatakan, “Sperma seorang lelaki mengandung materi-materi seperti kelenjar asam yang disebut Prostagaldin. Dalam penelitian modern terungkap, bahwa jumlah materi ini sekitar 12 macam. Masing-masing mempunyai fungsi berbeda-beda, dan berada dalam jaringan yang berbeda-beda pula. Materi inilah yang bisa melemahkan kekebalan tubuh manusia, sehingga produksi sel-sel pada limpa (getah bening) akan berkurang. Padahal, sel inilah yang bertugas memberikan kekebalan tubuh manusia.

Sudah jelas bahwa seorang laki-laki akan menumpahkan sperma itu kedalam rahim melalui vagina isterinya. Ini sudah perintah Allah dalam Al-Qur’an dan perintah Rasulullah dalam sunnahnya.

Dijelaskan pula, bahwa yang dikeluarkan oleh rahim perempuan adalah materi yang berlawanan (dengan materi yang ada pada kaumlaki-laki), dan jumlahnya sama. Materi laki-laki  dapat melemahkan alat kekebalan tubuh. Oleh karena itu, ‘penumpahan’ sperma ke dalam vagina isteri tidak berdampak pada kelemahan tubuh seseorang. Berbeda jika sperma ditumpahkan tidak pada tempatnya, tidak melalui vagina. Seperti seorang lelaki yang melakukan anal sek5 dan homo sek5ual. Dia akan menderita penyakit yang berbahaya. (DR. Ali Muthawawi’,)

Dengan demikian agama tidak hanya melarang satu perbuat kecuali dibalik itu besar manfa’atnya. Termasuk larangan anal sek5, homoseksual, lesbian dan larangan berhubungan suami isteri disaat isteri lagi haid dan nifas.

Sumber : "Orang-orang yang Terhalang dari Rahmat Allah", Majdi Fathi as-Sayyid Ibrahim.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.