Friday, August 19, 2016

Larangan Memanggil Dengan Sebutan Gelar yang Buruk Dalam Agama Islam


Apalah artinya sebuah nama? Ungkapan tersebut mungkin masih sering kita dengar dari orang lain. Nama adalah doa. Nama merupakan sebutan atau panggilan yang lebih banyak dipakai untuk memanggil, disamping laqab (julukan) atau lainnya. Dengan nama kita bisa mengenal orang lain atau saling mengenal lebih akrab dengan sesama. Untuk itu nama sangat penting untuk manusia. 

Dalam ajaran agama Islam, umatnya di anjurkan memberikan nama yang baik kepada anak-anaknya, tentunya dengan nama-nama yang baik. Agar seorang memperoleh sebutan yang baik, maka namanya pun harus baik. Oleh karena itu, memberi nama yang baik disunnahkan. Rasulullah Saw bersabda:

”Sesungguhnya kalian dipanggil di hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama bapak-bapak kalian. Maka perindahlah nama-nama kalian.” (HR. Abu Dawud)

Dalam ajaran agama Islam juga dilarang memberikan nama-nama yang buruk. Agama Islam juga melarang untuk memanggil dan memberi gelar yang buruk mengolok-olok) kepada orang lain. Yang dimaksud dengan mengolok-olok dan memberi gelar yang buruk  adalah menghinakan dan merendahkan orang lain. Hal itu sudah jelas haram. Karena terkadang orang yang dihina itu lebih terhormat di sisi Allah dan bahkan lebih dicintai-Nya daripada orang yang menghinakan. Sebagaimana firman Allah Swt dalam Al-Quran,

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." (QS.Al-Hujurat:11)

Dengan demikian, ayat di atas jelas memberikan larangan terhadap kaum laki-laki yang kemudian disusul dengan larangan terhadap kaum wanita. Allah Swt melarang dari  mengolok-olok  orang lain, yakni  mencela dan menghinakan mereka. Sebagaimana yang ditegaskan dalam hadits shahih, dari Rasulullah saw. beliau bersabda: 

“Kesombongan itu  adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.” Dalam riwayat lain disebutkan: “Dan meremehkan orang lain.”

Orang yang mengolok dan mencela orang lain, baik laki-laki maupun perempuan, maka mereka itu sangat tercela dan terlaknat, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Ta’ala: wailul likulli Humazatil lumazah “Kecelakaan bagi setiap pengumpat lagi pencela.” (QS. al-Humazah: 1).

Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw bersabda,

“Berkatalah yang baik atau kalau tidak bisa, sebaiknya diam.”

Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan tentang larangan mengolok-olok dan memberi gelar yang buruk kepada orang lain. Mudah-mudahan kita bisa terlindung dari perbuatan mengolok-olok dan memberi gelar yang buruk kepada orang lain. Aamiin.

2 comments:

  1. Mohon dicek lagi referensi yang Anda cantumkan (ayat di atas bukanlah Al-Hujurat ayat 1, tapi 11), karena situs ini bisa dijangkau banyak orang. Jangan sampai niatnya dakwah malah menyesatkan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih saudaraku atas mengingatkan atas kekhilafan diatas. kejadian diatas bukan karena disengaja.

      Delete