Hikmah dan Cara Menghindari Sifat Tamak Qarun

Qarun adalah salah seorang sepupu Musa, berasal dari Bani Israel. Qarun disebut dalam Al-Quran sebanyak empat kali, dua kali di surah Al-Qasas, satu kali di surah Al-'Ankabut dan satu kali di surah Al-Mu’min.

Qorun juga simbol manusia yang tamak dan serakah, hingga Al-Qur’an menyiratkan, pria yang kuat pun tidak mampu membawa kuncinya. Dia terus menimbun hartanya dan tidak mau mengeluarkannya untuk membantu fakir miskin yang sedang kelaparan.

Awal kehidupan Qarun sangatlah miskin dan memiliki banyak anak. Sehingga pada suatu kesempatan ia meminta Musa untuk mendoakannya kepada Allah Swt, yang ia pinta adalah kekayaan harta benda dan permintaan tersebut dikabulkan oleh Allah Swt.

Dikisahkan pula dalam Al-Qur'an dia juga sering mengambil harta dari Bani Israel yang lain dan dia memiliki ribuan gudang harta melimpah ruah, penuh berisikan emas dan perak. Begitu kayanya Qarun, sehingga kunci-kunci harta bendanya harus dipikul oleh beberapa orang yang kekar, terlalu berat untuk dibawa oleh satu orang.

Para tetangga dan orang sekelilingnya ingin sekali memiliki apa yang dimiliki Qarun. Menurut kisah Islam, Qarun ingkar atas nikmat Allah yang diberikan kepadanya, yang pada akhirnya ia diberi azab oleh Allah, tertimbun beserta harta bendanya kedalam tanah dalam waktu semalam.

Harta inilah yang membuat hati Qorun buta sehingga ia bersikap sombong dan mengagungkan diri di hadapan masyarakat luas.

Menghindari Sifat Tercela Qarun.
Qarun mamakai dan memanfatkan harta kekayaannya untuk menjauh dari jalan Allah Swt, memerangi Nabi Musa As, menghambat dan menentang dakwahnya, bahkan menuduh utusan suci itu sebagai pendusta dan tukang sihir.

Agar terhindar dari sifat seperti Qorun, kita harus menjauhi sifat-sifat berikut, di antaranya,

Pertama, sikap bangga secara berlebihan (‘ujub) yang dapat berbuah pada rasa angkuh dan kesombongan, seperti yang dilakukan Qorun. Perasaan ini berubah menjadi hasrat menguasai dan berbuat aniaya terhadap orang lain. Kebanggaan dalam konteks ini hanya mengundang siksa dan murka Allah swt.

Jelasnya, ketika kaum mukmin melarang Qarun membanggakan diri, sesungguhnya yang mereka cegah adalah kebanggaan yang dibangun atas dasar kesombongan dan membuahkan kerusakan di bumi.

Berbeda dengan hal di atas, ketika seseorang merasa bahagia karena telah menjalankan perintah Allah Swt dengan baik atau ketika menikmati, mensyukuri, dan menggunakan nikmat Allah Swt yang ia terima di jalan yang benar, seperti membantu, fakir miskin yang kelaparan, membangun sarana ibadah, dan membiayai jihad fi sabilillah. Rasa bangga yang timbul buah dari semua aktivitas ini adalah bangga yang benar asalkan tidak disikapi secara berlebihan.

Kedua, keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Seorang mukmin harus mampu mengatur urusan dunia dan akhirat secara proporsional. Kaum atheismaterialistis hanya terfokus pada kehidupan dunia saja, sehingga hanya berusaha mendapatkan kebahagiaan dunia saja. Inilah jalan yang ditempuh Qarun beserta orangorang yang mengikuti jejaknya.

Di sisi lain, kalangan rohaniawan beserta orang-orang yang sependapat dengan mereka terfokus terhadap urusan metafisik saja. Mereka mengingkari fitrah sebagai manusia dengan melupakan segala bentuk kebutuhan duniawi yang dalam agama tetap dibolehkan selama tidak berlebihan.

Ketiga, menyikapi kebaikan secara positif. “Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu,” saran kaum mukmin kepada Qarun.

Jika dikemas dalam kalimat yang lebih luas, mungkin saran ini akan menjadi kalimat berikut,

“Kekayaan yang engkau miliki adalah anugerah dari Allah Swt, jadi terimalah dan gunakan harta kekayaan itu dengan baik. Rasakan bahwa harta itu adalah nikmat yang harus disyukuri.”

Keempat, banyak manusia yang tertipu dengan nikmat Allah Swt., khususnya nikmat kekayaan. Pemilik jiwa yang buta dan serakah seperti Qarun acapkali menggunakan nikmat tersebut untuk menebar kerusakan dan menyebar petaka, serta mengelola harta sesuka hati dan menjadikannya alat untuk mengumbar nafsu.

Apabila akhlak mulia, perilaku yang terpuji, serta nilai-nilai luhur hanya dianggap omong kosong, dapat mengakibatkan bencana. Harta yang digunakan untuk menindas dan menyakiti sehingga hanya tinggal menunggu waktu kapan Allah Swt. membinasakan dan menghancurkannya. Orang seperti ini tidak hanya rugi dan binasa di dunia, tapi di akhirat juga ditunggu azab yang pedih.

Hikmah Menghindari Perilaku Qarun.
Kisah Qarun memiliki hikmah bagi kehidupan manusia, antara lain :

1. Harta melimpah yang diberikan Tuhan kepada Qarun bukan tanda bahwa Tuhan mencintainya sebagaimana anggapan segelintir orang. Justru itu adalah ujian Allah Swt apakah kita mampu mensyukurinya dengan baik dengan menggunakannya di jalan Allah Swt.

2. Jangan mudah silau dan terpukau pada harta dan perhiasan orang lain. Sesungguhnya seseorang yang memiliki harta banyak menananggung beban yang lebih besar pula yaitu mempertanggung jawabkan pencarian dan penggunaan hartanya di hadapan Allah Swt.

3. Bandingkanlah harta di dunia dengan kenikmatan akhirat yang kekal abadi. Kesadaran terhadap kenikmatan dunia yang dan kenikmatan akhirat yang kekal abadi, akan membuat seorang muslim menjadi mawas diri terhadap pemberian Allah Swt.

Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan tentang hikmah dan cara menghindari sifat tamak Qarun. Semoga harta yang di anugerahkan Allah Swt kepada kita tidak membawa atau menjerumuskan kita ke jurang ketamakan dan kesombongan. Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang mensyukuri nikmat Allah Swt. Aamiin.
Share on Google Plus

About Bacaan madani

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

1 komentar :

  1. Jika anda sudah beserta dengan Allah SWT, dicintai dan mencintai NYA, tidak ada lagi apa-apa yang ada di dunia maupun di Syurga yang akan anda ingin kejar, malah sebaliknya yang ada di dunia dan di Surga akan mengejar anda tetapi anda tidak memperdulikannya. Jika berada didunia, dengan tanpa harta ataupun peralatan lainnya anda akan membuat manusia dan alam ini menjadi hidup seperti yang diinginkan dan dikehendaki NYA. Semua itu terjadi secara otomatis berjalan seperti tombol untuk menghidupkan lampu, begitu tombol ditekan lampu langsung hidup.

    ReplyDelete