Inilah Hikmah dan Keutamaan Dibalik Rasa Sakit


Maha besar Allah Swt yang telah menciptakan segalanya. Allah menciptakan segala keadaan ini mempunyai hikmah, manfaat dan keutamaan untuk kita yang ada di alam semesta ini, walaupun terkadang akan membawa manusia tidak senang atas keadaan tersebut. sebab tidak semuanya kita ketahui tujuan dan manfaat diciptakan Allah Swt tersebut.

Salah satu contoh kita perhatikan, disaat manusia ditimpa salah satu musibah, misalnya sakit. Banyak orang yang tidak tahu bahwa di balik sakit itu terdapat banyak hikmah dan keutamaan yang diperoleh orang sakit tersebut. dan menyebabkan mereka jauh dari Allah Swt, sebab berputus asa atas penyakit mereka tersebut, yang pada akhirnya bunuh diri.

Sakit adalah salah satu kondisi yang tidak enak dan tidak di inginkan manusia. Setiap manusia selalu ingin sehat dan berupaya menjaga kesehatannya. Akan tetapi, terkadang yang namanya sakit harus diterima sebagai musibah yang harus di hadapi dengan kesabaran dan ketabahan. Sebab yang demikian adalah merupakan cobaan yang diberikan Allah Swt kepada kita. Sebagaimana hadits Rasulullah Saw yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya,

Sakit yang menimpa manusiamengandung hikmah disisi Allah Swt, "Setiap cobaan apa saja yang menimpa seorang muslim, sampai sebuah tusukan duri, adalah karena salah satu dua sebab, yakni karena Allah inginmengampuni kesalahannya yang tidak diampuni kecuali dengan cobaan itu. atau Allah hendak memberi suatu kemuliaan yang tidak dapat dicapainya kecuali dengan cobaan itu."

Kita semua memang menginginkan selalu sehat, tidak ada orang yang ingin ditimpa penyakit. Meskipun demikian ternyata ada maksud tertentu dari Allah atas penyakit yang diderita hamba-Nya. Dalam buku Panduan Menghadapi Sakit dan Kematian karya Ahmad Yani, disebutkan terdapat lima keutamaan sakit menurut Islam:

1. Menghapus Dosa.
Ini merupakan keutamaan yang besar dari Allah subhnahu wa ta'ala karena dengan sakit yang diderita oleh seorang muslim, dosa yang pernah dilakukannya bisa terhapus karena penderitaannya dalam menghadapi penyakit menjadi kafarat (penebus) dosanya, Rasulullah Saw bersabda:

“Tiada seorang mu’min yang rasa sakit, kelelahan (kepayahan), diserang penyakit atau kesedihan (kesusahan) sampai duri yang menusuk (tubuhnya) kecuali dengan itu Allah menghapus dosa-dosanya.” (HR. Bukhari)

2. Tetap Mendapatkan Pahala Dari Amal Kebaikan Yang Biasa Dilakukannya Diwaktu Sehat.
Hal ini karena ia tidak bisa menjalankan amal kebaikan itu bukan karena ia tidak mau, tetapi karena ia dalam keadaan sakit. nnisalnya kalau kita biasa ke masjid untuk shalat berjamaah, tentu kita mendapatkan pahala yang besar, setiap langkahnya diangkat baginya satu derajat dan dihapuskan satu kesalahannya kemudian malaikat akan terus mengucapkan shalawat (memintakan ampunan) kepadanya, selama dia masih berada di ruangan shalat tersebut, namun pada saat kita sakit tentu tidak bisa ke masjid tapi kita tetap mendapat pahalanya. Rasulullah Saw bersabda:

“Apabila salah seorang hamba sakit atau bepergian (safar), maka Allah mancatat pahalanya seperti pahala amal yang dikerjakannya sewaktu ia tidak bepergian atau sehat.” (HR. Bukhari)

Di dalam hadist lain, Rasulullah Saw bersabda yang menguatkan hadits di atas:

“Apabila seorang hamba sakit sedang dia biasa melakukan suatu kebaikan, maka Allah berfirman kepada malaikat: “Catatlah bagi hamba-Ku pahala seperti yang biasa ialakukan ketika sehat.” (HR. Abu Hanifah).

3. Memperoleh Pahala Kebaikan.
Segala sesuatu yang terjadi pada manusia pasti ada hikmahnya. Seorang muslim yang sabar dalam menghadapi penyakit maka baginya pahala kebaikan. Rasulullah Saw bersabda:

“Tiada seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, kecuali Allah mencatat baginya kebaikan dan menghapus darinya dosa.” (HR. Bukhari)

Di dalam hadits lain yang senada tentang ini, Rasulullah Saw bersabda:

"Barangsisapa dikehendaki oleh Allah kebaikan baginya, maka dia (diuji) dengan suatu musibah." (HR. Bukhari)

4. Memperoleh Derajat Yang Tinggi di Sisi Allah Swt.
Hal ini karena di dalam surga ada derajat tertentu yang harus dicapai, bila seorang muslim tidak mampu mencapainya dengan suatu amal, maka ia bisa mem¬peroleh derajat yang tinggi itu dengan musibah atau penyakit yang dideritanya, misalnya mati syahid merupakan kematian yang sangat mulia, dia bisa dicapai dengan cara berperang di jalan Allah dan mati pada saat peperangan itu, namun bila seseorang ingin memperoleh kematian yang mulia itu, tapi perang di jalan Allah secara fisik tidak terjadi, maka ia tetap bisa mendapatkan derajat mati syahid dengan penyakit yang menimpa sehingga menyebabkan kematiannya, Rasulullah Saw bersabda:

“Wabah adalah syahadah (mati syahid) bagi setiap muslim.” (HR. Bukhari)

Di dalam hadits lain, Rasulullah Saw bersabda:

“Seorang hamba memiliki suatu derajat di surga. Ketika dia tidak dapat mencapainya dengan amal-amal kebaikannya, maka Allah menguji dan mencobanya agar dia dapat mencapai derajat itu.” (HR. Thabrani)

5. Memperoleh Ganjaran Berupa Surga.
Mana¬kala seorang muslim menghadapi penyakit dengan penuh kesabaran, misalnya penyakit yang sangat menyulitkan penderitanya dalam kehidupan ini seperti buta matanya, Rasulullah Saw bersabda:

“Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan membutakan kedua matanya dan dia bersabar, maka Aku ganti kedua matanya itu dengan surga.” (HR. Ahmad).

Dengan demikian sahabat bacaan madani, meskipun tidak menyenangkan, sakit merupakan ujian yang dapat memberikan keutamaan dan manfaat yang besar, baik bagi si penderita maupun keluarganya. Oleh karena itu, penyakit harus dihadapi dengan sikap, pemikiran, sabar dan prilaku yang positif. Mudah-mudahan kita selalu tabah dan sabar dalam mengahadpi segala cobaan yang diberikan Allah Swt. Aamiin.
Share on Google Plus

About Bacaan madani

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Post a Comment