Saturday, January 14, 2017

Pengertian Diskriminasi, Contoh Dan Cara Menghindarinya dalam Islam

Diskriminasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikansebagai pembedaan perlakuan terhadap sesama warga negara (berdasarkan warna kulit, golongan, suku, ekonomi, agama, dan lain sebagainya). Segala perlakuan pembedaan yang didasarkan atas warna kulit, jenis kelamin, golongan, status sosial, dan berbagai perbedaan lainnya merupakan perbuatan diskriminasi.

Masih banyak tindakan diskriminasi kita saksikan dalam keseharian. Banyak orang yang memperoleh perlakuan berbeda karena memiliki warna kulit berbeda. Masih banyak kita temukan perlakuan berbeda terjadi karena perbedaan status sosial maupun jenis kelamin. Perlakuan berbeda mendatangkan rasa yang tidak nyaman bahkan sakit hati bagi orang yang menerimanya.

Tidak ada manusia yang ingin dilahirkan dengan kekurangan. Setiap manusia menginginkan kesempurnaan. Akan tetapi, tidak semua keinginan manusia terwujud. Ada manusia yang diciptakan dengan kelebihan dalam bidang kecantikan dan ada yang tidak memilikinya. Ada yang dikaruniai kelebihan berbentuk kecerdasan dan ada yang tidak. Semua itu tentu ada hikmahnya dan kita tidak boleh bertindak diskriminasi karena perbedaan tersebut.

Salah satu contoh diskriminasi adalah A tidak mau bergaul dengan B. Sikap tersebut berbeda dengan sikapnya kepada teman-temannya yang lain. Perbedaan perlakuan terhadap B oleh A dikarenakan B hanya anak seorang petani. Status sosial B berbeda dengan teman-temannya yang lain. Tindakan A terhadap B dapat dikategorikan sebagai tindakan diskriminasi. A tidak mau bergaul dengan B hanya karena B anak seorang petani yang status sosialnya berbeda dengan teman-teman sekelasnya. Sikap yang ditunjukkan oleh A dapat menyinggung bahkan menyakiti hati B. Sikap yang demikian tidak pantas untuk ditiru.

Cara Menghindari Perilaku Diskriminasi dalam Keseharian.
Islam melarang umatnya berperilaku diskriminatif. Hal ini dapat dilihat dalam perintah dan larangan Allah Swt. Perintah dan larangan-Nya berlaku bagi seluruh manusia, tanpa membedakan suku bangsa, warna kulit, status sosial, dan berbagai perbedaan lainnya. Misalnya, perintah menunaikan shalat berlaku bagi seluruh umat manusia tanpa membedakan status sosial, suku bangsa, dan berbagai perbedaan lainnya. Dari contoh tersebut dapat diketahui bahwa Islam melarang hamba-Nya bertindak diskriminatif.

Diskriminasi akan melahirkan kekisruhan. Ketenangan dan kedamaian hidup tidak akan didapat melalui diskriminasi. Bayangkan jika dalam suatu masyarakat terjadi tindak diskriminasi. Orang-orang yang menerima perlakuan berbeda akan merasa tidak puas dengan perlakuan yang diterimanya. Orang-orang tersebut dapat melakukan protes atau keengganan melaksanakan program bersama. Dengan demikian, ketenangan pun terganggu.

Perbedaan dan keragaman hendaknya dijadikan sebagai sarana saling mengisi untuk menciptakan kehidupan yang damai dan indah. Perbedaan yang ada merupakan sarana untuk mengenal satu sama lain. Perhatikan firman Allah Swt. berikut ini.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya: "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti." (QS. al-Hujurat : 13)

Dalam kehidupan bernegara tindak diskriminasi harus dijauhi. Undang-Undang Dasar Tahun 1945 menjamin perlakuan sama antarwarga negara. Warga negara tidak dibedakan berdasarkan suku bangsa, warna kulit, jenis rambut, jenis kelamin, dan berbagai perbedaan yang ada. Warga negara bersamaan kedudukannya di hadapan hukum dan pemerintahan.

Perilaku diskriminasi harus dijauhkan dari kehidupan. Menghindari perilaku diskriminasi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.

a. Menyadari bahwa Manusia Berkedudukan Sama di Hadapan Allah.
Allah Swt. membedakan manusia berdasarkan hati dan amalnya. Jika Allah Swt. tidak membedakan manusia berdasarkan kondisi fisik, manusia tidak sepantasnya melakukannya. Padahal kita tahu bahwa Allah Swt. adalah pemilik seluruh makhluk. Jika Allah Swt. sebagai pemilik makhluk tidak pernah membedakannya berdasarkan kondisi fisik, kita sebagai makhluk-Nya tidak sepantasnya memperlakukan sesama makhluk dengan perilaku diskriminatif.

b. Meyakini bahwa Setiap Makhluk Dikaruniai Keistimewaan.
Tiap-tiap makhluk termasuk manusia diciptakan dengan keistimewaan tersendiri. Mungkin saja teman Anda tidak dikaruniai kecantikan, tetapi dikaruniai kecerdasan yang luar biasa. Teman Anda yang kurang beruntung dalam bidang ekonomi, mungkin saja memiliki keistimewaan dalam bidang lainnya. Dengan menanamkan kesadaran bahwa tiap-tiap manusia atau makhluk memiliki keistimewaan, perilaku diskriminasi dapat dihindari.

No comments:

Post a Comment